Peluang usaha ternak kelinci cukup menjanjikan karena kelinci termasuk hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembangbiak. Budidaya kelinci hias sudah lama di geluti oleh masyarakat desa Tanjong Bungong. Selain bisa di jadikan sebagai hewan peliharaan, juga bisa mendatangkan peluang usaha. Kelinci-kelinci tersebut kemudian di jual dengan harga tertentu. Keunggulan dari kelinci hias ini adalah pada bulu dan warna tubuh. Semakin bagus warna bulu kelinci maka semakin tinggi pula harga jualnya. Penyiapan kandang untuk kelinci hias ini tidak membutuhkan area yang luas, kelinci di pelihara pada kandang yang tertutup dengan dibatasi lantai, dinding dan atap yang terbuat dari bambu. Kandang jenis ini sangat cocok untuk usaha ternak kelinci secara intensif. Dalam area kandang disediakan naungan untuk berteduh dan tempat istirahat. Dengan sistem seperti ini pemeliharaan relatif lebih mudah. Pemilihan indukan kelinci sangat menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya. Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran. Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg. Memiliki pinggul yang bulat penuh, punggung tidak cekung, mata cerah, tidak terlihat lesu. Pakan yang diberikan dapat berupa sayuran hijau, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung dan pepaya. Kelinci yang siap di kawinkan disatukan pada kandang yang sama, masa kehamilan pada kelinci betina 28-35 hari, setelah melahirkan indukan jantan dapat di pindahkan. Anakan kelinci yang sudah berumur 2 bulan siap untuk di jual. Penulis : Mahdi S.P