Terong (Solanum melongena) merupakan sayuran buah dari famili solanaceae yang banyak digemari di Indonesia. Membudidayakan tanaman ini tidaklah susah, asalkan kita tahu cara menanamnya. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1.000 m dpl. Terong dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang subur dengan pH 5-6, tanah tidak tergenang air, dan sangat cocok ditanam pada musim kemarau.Dalam membudidayakan tanaman terong, ada beberapa tahap cara yang harus dilakukan yaitu :1. Pemilihan bibit berkualitasPemilihan bibit terong ada dua cara yaitu membeli bibit yang telah jadi/siap tanam di tempat pembibitan ataupun membeli benih terong bungkusan/ sashet di kios saprodi. Untuk bibit yang telah jadi dipilih yang kondisi fisiknya segar, berdaun lebar, seragam dan merupakan bibit unggul. Bila bibit/benih yang dipilih dalam bentuk sashet, yang harus diperhatikan adalah kadar air yang cukup, tampilan bersih dan mengkilap, tampilan seragam, tidak tercampur dengan benih lain dengan daya tumbuh diatas 80%, dan bibit/benih tersebut harus disemai terlebih dahulu.2. Penyemaian• Rendam benih terong ungu ke dalam air hangat selama kurang lebih 15 menit.• Pilih tempat penyemaian, bisa menggunakan pot, lahan terbuka ataupun polybag persemaian• Jika menggunakan lahan terbuka, buat bedengan sesuai dengan jumlah bibit yang akan ditanam• Jika menggunakan pot atau polybag persemaian, siapkan media yang terdiri dari tanah gembur dan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya• Taburkan benih dalam pot atau tanam benih satu benih per polybag• Lakukan penyiraman pagi dan sore hari sampai benih tumbuh menjadi calon tanaman terong• Lama persemaian ± 1 bulan atau jika daun yang muncul sudah 4 helai3. Pengolahan Lahan• Siapkan alat-alat bertani seperti cangkul, parang, sabit, garu dll• Bersihkan lahan dari gulma dan hama pengganggu• Cek pH tanah dan bila pH dibawah 5, lakukan pengapuran dan berakan selama 2-3 minggu• Lakukan pembajakan tanah dengan cangkul atau traktor disertai dengan pemberian pupuk kandang, tunggu 1 minggu• Buat bedengan dengan lebar 140 cm, tinggi bedengan 50 cm dengan lebar sesuai dengan kondisi lahan dan buat drainase antar bedengan dg jarak 40 cm• Bila ada pemakaian mulsa, segera lakukan sesuai dengan ukuran bedengan, dan buat lubang tanam dengan jarak 50 cm per lubang• Biarkan lahan sampai bibit dipersemaian siap ditanam4. Penanaman Proses penanaman atau pemindahan calon tanaman terong dari persemaian ke lahan tanam yang sudah siap. Sebelum penanaman, bedengan disiram dengan air secukupnya, lalu ambil calon bibit, masukkan ke lubang tanam dan tutup menggunakan tanah.5. Perawatan• Penyulaman, mengganti tanaman yang mati dengan tanaman baru dari persemaian, dilakukan saat tanaman berumur 1 minggu supaya pertumbuhan tetap seragam• Penyiangan, pembersihan lahan dari gulma dan hama pengganggu dengan tangan, sabit atau cangkul, namun bila memakai mulsa, penyiangan tidak diperlukan• Pemupukan, pemupukkan sangat penting untuk tanaman, selama masa pertumbuhan vegetataif dan generative, untuk berproduksi optimal• Penyemprotan, diperlukan untuk pengendalian OPT apabila sudah diatas ambang ekonomi6. PemanenanTerong mulai dipanen pada saat tanaman berumur 70 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan cara memetik buah atau sayuran terong beserta tangkainya dengan kriteria tidak terlalu tua ataupun terlalu muda, selanjutnya disortil, terong tersebut untuk dikonsumsi ataupun dijual.Penulis : Nursyidah, SP dan Ir. Ridwan (Penyuluh Pertanian)Sumber :Tips Budidaya Terong Ungu Bagi Pemula. http://paktanidigital.com/artikel/tips-budidaya-terong-ungu-bagi-pemula/#.XBzFynGF7IU Panduan Cara Budidaya Terong Lengkap untuk Pemula. https://sentrabudidaya.com/cara-menanam-terong/