Loading...

Budidaya Terong Ungu (cara Memilih Benih)

Budidaya Terong Ungu  (cara Memilih Benih)
Terong ungu atau yang lebih dikenal dengan nama ilmiah “solanum melongena” merupakan salah satu jenis tananaman yang dimanfaatkan sebagai sayuran, terong ungu sendiri diketahui berasal dari daratan Srilanka dan India yang kemudian menyebar luas ke seluruh negara yang memiliki iklim yang hampir sama. Bahkan ada pula yang menyakini bahwa terong berasal dari daratan Indonesia. Sebenarnnya kegiatan budidaya terong tidaklah susah, hanya saja anda memang benar-benar harus paham cara menanam terong, tanaman ini merupakan salah satu sayuran terfavorit, terong ungu juga bermanfaat bagi kesehatan. Terong berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.Untuk memulai budidaya terong ungu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan yaitu memilih bibit unggul yang baik berbentuk benih maupun biji dapat kita ketahui benih terong unggu berkualitas seperti :• Benih memiliki kadar air yang cukup• benih memiliki tampilan yang bersih dan mengkilat• benih memilikibentuk, ukuran, dan warna yang seragam• benih tidak tercampur dengan benih lain yang cacat/buruk• benih memiliki daya tumbuh yang cepat, yakni sekitar 80%Jika ciri-ciri benih diatas sudah ada pada benih terong unggu yang kita pilih, maka kita siap untuk melangkah keproses berikutnya. Setelah benih siap, proses persemaian benih dimulai dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10-15 menit. Seleksi benih dan buang benih yang mengapung dan hanya gunakanlah benih yang tenggelam atau bernas.Peram benih yang sudah di rendam menggunakan kain basah dengan cara membungkusnya agar mempercepat proses perkecamabahan. Siapkan media persemaian dengan komposisi tanah, arang sekam dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan hingga merata dan masukkan kedalam wadah persemaian berupa polybag, baki semai atau pot tray.Taburkan atau susun benih diatas media persemaian, berikan jarak 1 cm antara satu benih dengan lainnya, agar nantinya saat tumbuh tidak berhimpitan dan berlilitan akarnya satu sama lain. Tutup persemaian benih menggunakan media semai yang sama tetapi tipis saja. Siram persemaian menggunakan air minimal 1 hari sekali yaitu pada sore hari, penyemprotan dilakukan dengan hati-hati atau cukup menggunakan semprotan atau cukup percikkan air saja agar tidak merusak susunan benih.Setelah persemaian berumur sekitar 2 minggu setelah semai, biasanya sudah tumbuh setinggi 5 cm. Pada usia ini pindahkan bibit pada polybag kecil atau pot yang telah diisi dengan media yang sama. Penulis: Masdiana, SP (PPS Kec. Abuki)