Loading...

Budidaya Ubi Jalar Di Negeri Ouw

Budidaya Ubi Jalar Di Negeri Ouw
BUDIDAYA UBU JALAR Ubi jalar atau biasa di sebut patatas oleh masyarakat setempat, merupakan produk pangan ungulan yang sangat di gemari sebagai makanan penganti nasi, hal inilah yang membuat sehingga masyarakat di wilayah binaan mengusahakannya dengan cara budidaya, untuk itulah sebagai penyuluh perlu memberikan hal-hal teknik di lapangan, adapun hal teknik itu adalah dari cara olah lahan sampai panen hasil. Hal-hal tersebut terkaid cara teknis adalah : PENYIAPAN BIBIT : Penyiapan bibit dapat di lakukan dengan dua cara, cara vegetatif dan geberatif, pertama adalah perbanyakan malalui umbi caranya pilih umbi berkualitas baikdan sehat, kemudian di biarkan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya, tunas yang keluar dari umbi di potong, tunas yang keluar dari umbi siap di besarkan. Cara generatif jarang di lakukan dalam budidaya ubi jalar skala luas, cara ini di pakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas atau untuk mengembalikan sifat unggul sang induk. Cara kedua adalah penbayankan vegetatif dengan di steak, calon indukan di ambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek –pendek caranya potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang, papas sebagian daun-daunnya untuk mnengurangi penguapan, ikat batang yang telah di stek tersebut biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. PENGOLAHAN TANAH : kondisi tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah tanah lempung berpasir gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik, budidaya ubi jalar pada tanah kering dan retak-retak akan menurunkan imunitas tanaman. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit sebaliknya bila di tanam pada tempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi umbi mudah busuk dan bentuknyabenjol. Derajat keasaman tanah yang ideal untuk budidaya ubi jalar adalah sekitar 5,5-7,5 ph . PENANAMAN : Ubi jalar di tanam dengan membenam 2/3 steak batang dalam tanah, dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm, di butuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektarPEMELIHARAAN : tanaman ubi jalar adalah tanaman yang tahan kekeringan, intensitas hujan dua minggu sekali sudah memberikan usapan air sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus stelah 2 – 3 minggu penanaman, periksa keseluruan tanaman, apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru penyulaman di lakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan mengantikannya dengan steak atau batang yang baru, budidaya ubi jalar relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak cukup di berikan pupuk kandang atau pupuk kompos. PEMELIHARAAN : tanaman ubi jalar adalah tanaman yang tahan kekeringan, intensitas hujan dua minggu sekali sudah memberikan usapan air sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus stelah 2 – 3 minggu penanaman, periksa keseluruan tanaman, apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru penyulaman di lakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan mengantikannya dengan steak atau batang yang baru, budidaya ubi jalar relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak cukup di berikan pupuk kandang atau pupuk kompos. PEMANENAN : Pemanenan ubi jalar bisa di lakukan pada umur 3,5 – 4 bulan perhatikan cuaca saat menjelang panen atau umur tanaman di atas tiga bulan umbi di ambil dari dalam tanah dengan cara mencabut batang tanaman atau mengeruk tanah dengan tanah pada sekitar batang,setelah umbi di ambil di bersihkan dari sisa-sisa tanah yang menempel, panen jika berhasil jika satu bibit yang di tanam menghasikan minimal 1 kg umbi. Umbi siap panen yang tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk, hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang di lakukan di musim kemarau, apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan