TAHAPAN BUDIDAYA UBI JALAR PEMBIBITAN Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk. PERSYARATAN BIBIT Teknik perbanyakan tanaman ubi jalar yang sering dipraktekan adalah dengan stek batang atau stek pucuk. Bahan tanaman (bibit) berupa stek pucuk atau stek batang harus memenuhi syarat sebagai berikut: Bahan tanaman sudah berumur 2 bulan atau lebih. Ukuran panjang stek batang atau stek pucuk antara 20-25 cm, ruas-ruasnya rapat dan buku-bukunya tidak berakar. Perbanyakan tanaman dengan stek batang atau stek pucuk secara terus-menerus mempunyai kecenderungan penurunan hasil pada generasi-generasi berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan harus diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi untuk bahan perbanyakan. PENGOLAHAN MEDIA TANAM Hampir setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi jalar. Jenis tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik dengan derajat keasaman tanah adalah pH=5,5-7,5. PERSIAPAN Tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama ±1 minggu. Tahap berikutnya, tanah dibentuk bedengan-bedengan, atau tanah langsung diolah bersamaaan dengan pembuatan bedengan-bedengan. Ukuran bedengan : Pada tanah yang ringan (pasir mengandung liat) ukuran bedengan adalah lebar bawah ± 60 cm, tinggi 30-40 cm, dan jarak antar bedengan 70-100 cm. Pada tanah pasir ukuran bedengan adalah lebar bawah ±40 cm, tinggi 25-30 cm, dan jarak antar bedengan 70-100 cm. Arah bedengan sebaiknya memanjang utara-selatan, dan ukuran panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan. Apabila diberikan pupuk hayati, maka pemberiannya diberikan saat pratanam (3 hari sebelum tanam), pada permukaan lahan dengan cara di semprot/ disiramkan secara merata di tanah di sekitar perakaran, dosis yang dibutuhkan adalah 2 liter per hektar. PENANAMAN Sistem tanam ubi jalar dapat dilakukan secara tunggal (monokultur) dan tumpang sari dengan kacang tanah. Cara Penanaman sebagai berikut: Penanaman ubi jalar di lahan kering biasanya dilakukan pada awal musim hujan, atau awal musim kemarau bila keadaan cuaca normal. Bibit yang telah disiapkan, dibenamkan kira-kira 2/3 bagian, ditimbun dengan tanah kemudian disirami air. Bibit sebaiknya ditanam mendatar, dan semua pucuk diarahkan ke satu jurusan. Dalam satu alur ditanam satu batang, bagian batang yang ada daunnya tersembul di atas bedengan. Pada tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm. Untuk areal seluas 1 ha dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang. Di lahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musim kemarau PEMELIHARAAN Penyiangan dan Pembumbunan. Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing tanaman ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersama-sama kegiatan penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.Pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut: Rumput liar (gulma) dibersihkan dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar. Tanah disekitar guludan digemburkan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan. Tanah ditimbunkan kembali ke guludan semula, kemudian diairi hingga tanah cukup basah. Pemupukan Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum adalah 100-200 kg urea/ha + 50 kg TSP/ha + 100 kg KCl/ha. Pengairan dan Penyiraman Meskipun tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan. PANEN Tata cara panen ubi jalar melalui tahapan sebagai berikut: Sudah ditentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen. Batang ubi jalar diotong (dipangkas) dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan. Guludan digali dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya. Ubi jalar dimbil dan kumpulkan di suatu tempat pengumpulan hasil. Ubi dibersihkan dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel. Ubi disortasi dan diseleksi dan berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secara terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi terluka ataupun terserang oleh hama atau penyakit. Dimasukkan ke dalam wadah atau karung goni, lalu angkut ke tempat penampungan (pengumpulan) hasil. Penulis : Aziz Febry Atmoko, Penyuluh BPP Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi