Ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) merupakan makanan kaya karbohidrat yang dapat menjadi pengganti nasi. Ubi jalar ungu mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn, sumber vitamin A, C, thiamin (B1) dan riboflavin dan mineral yaitu besi (Fe), Fosfor (P) dan Kalsium (Ca). selain itu, ubi jalar ungu juga mengandung pigmen antosianin yang banyak manfaat bagi tubuh. Mengingat banyaknya manfaat kandungan ubi jalar ungu yang dapat kita peroleh, maka Ubi jalar ini sangat baik untuk dibudidayakan. Budidaya ubi jalar ini dapat dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab, dan dapat ditanam dari mulai dataran rendah hingga dataran tinggi. Tetapi untuk hasil yang optimal, baiknya ketinggian tempat ± 500 mdpl. Langkah pertama yang dilakukan sebelum kegiatan penanaman yaitu penyiapan bibit. Penyiapan bibit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Untuk cara generatif jarang dilakukan dalam skala budidaya yang luas karena cara ini dipakai hanya untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas. Sedangkan untuk perbanyakan dengan cara vegetatif dengan distek. Calon induk diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya potong batang tanaman kkira-kira sepanjang 15-25 cm, pada setiap potongan terdapat dua ruas batang. Papas sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Kondisi tanah yang cocok untuk ubi jalar adalah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik. Untuk budidaya ubi jalar secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang bagus adalah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing yang telah matang. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton per hektar. Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar. Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru. Pada umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembongkaran tanah di kiri dan kanan tanaman, radius10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma. Pada umur 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar tadi kemudian ditutup kembali sambil merapikan akar-akar yang menjalar keluar dari jalur penanaman. Pemanenan ubi jalar bisa dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Perhatikan cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi siap panen yang tiba-tiba tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk. Hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang dilakukan di musim kemarau. Apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan.Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum tanaman ubi jalar yang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Bahkan pada ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar. (sumber https://alamtani.com) Oleh : Nur Fitriah Yulianti, SP (Penyuluh Pertanian Muda) BPP Kecamatan Girian