Loading...

BUDIDAYA UBIKAYU VARIETAS UJ-5 DI KECAMATAN BRAJA SELEBAH

BUDIDAYA UBIKAYU VARIETAS UJ-5 DI KECAMATAN BRAJA SELEBAH
Produksi tanaman palawija terbesar di Kabupaten Lampung Timur adalah produksi ubi kayu yang mencapai 1.224.711 ton dengan luas panen 48.092 hektar. Kecamatan Braja Selebah merupakan wilayah Kabupaten Lampung Timur sentra tanaman ubikayu yang diusahakan di lahan kering dengan jenis tanah Ultisol bersifat masam dengan produktifitas rata-rata hasil 25,47 t/ha. Hasil ini lebih tinggi dibanding rata-rata hasil nasional yang baru mencapai 19,8 t/ha, namun masih lebih rendah dibandingkan potensi hasil beberapa varietas ubi kayu yang dapat mencapai 40-50 t/ha. Hal tersebut berarti bahwa peluang meningkatkan produktivitas ubi kayu dengan menggunakan varietas unggul disertai teknologi maju masih sangat terbuka. Paket teknologi budidaya ubi kayu di lahan kering masam Kecamatan Bara Selebah mencakup: 1) Menggunakan varietas unggul; UJ-5,2) Menggunakan Bibit yang sehat, segar dan bebas infeksi hama dan pathogen, 3) Melakukan pengolahan tanah secara sempurna, dengan kedalaman olah >25 cm, 4) Membuat guludan dengan jarak antar guludan 100 cm , penanaman dilakukan pada puncak dan jarak tanam dalam guludan 80 cm (populasi 12.500 tanaman/ha), 5) Melakukan pengendalian gulma I lebih kurang 1 minggu sebelum pengolahan tanah menggunakan herbisida pra-tanam dosis 2 l/ha, dan pengendalian gulma II pada saat tanaman berumur 2 bulan secara manual (dikoret),6) Memberikan pupuk kandang dan dolomit sesudah pengolahan tanah dan pembuatan guludan dengan cara digarit pada guludan 7) Melakukan pemupukan dengan dosis 200 kg Urea + 200 kg SP36 + 150 kg KCl/ha dengan rician pemupukan I berupa separo dosis Urea+ 200 kg SP-36+ 200 kg KCl/ha diberikan pada umur 7-10 hari setelah tanam. Pemupukan II berupa separo dosis Urea (100 kg/ha) diberikan pada saat tanaman berumur 3 bulan, 8) Melakukan pembubunan dan perbaikan guludan pada umur 3 bulan (bersamaan dengan pemupukan II),9) Melakukan pengendalian hama tungau dengan insektisida Kelthane pada umur 5 bulan, 10) Panen dilakukan pada umur 10-12 bulan.Dengan cara penerapan teknologi budidaya ubi kayu di lahan kering masam tersebut telah mampu meningkatkan hasil ubi kayu 40-75%. Paket teknologi ini telah diujicoba di Natar (Lampung Selatan), Sulusuban (Lampung Tengah), Pekalongan (Lampung Timur), dan Kota Bumi (Lampung Utara) pada tahun 2009 -2012. Hasil umbi yang diperoleh berkisar antara 46-64 t/ha (84-156% lebih tinggi dibanding produktivitas Provinsi Lampung).Paket teknologi tersebut berpeluang untuk dikembangkan di lahan kering Ultisol di provinsi lain, yaitu di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. (Tati Purnamawati, Penyuluh Pertanian Madya)