Rabu, 12 Februari 2020 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Usaha Bersama membuktikan eksistensinya dengan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 bertempat di rumah Tugiran, Ketua Gapoktan Usaha Bersama Desa Masingai II Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Tujuan diadakannya RAT ialah sebagai pertanggungjawaban pengurus kepada anggota dalam menjalankan tugas selama, bentuk pertanggungjawaban dituangkan dalam sebuah laporan serta untuk mengevaluasi dan menilai kinerja selama satu tahun kerja. Gapoktan Usaha Bersama adalah penerima PLDPM 2009 dan PUPM 2019 serta BLM-PUAP Tahun 2014. Rapat dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong yakni Koordinator BPP Kembang Kuning dan Penyuluh Pertanian Urusan Supervisi, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabalong, Penyuluh Pertanian WKPP Masingai selaku Penyuluh Pendamping, perwakilan Kantor Kecamatan Upau, perwakilan Kantor Desa Masingai II, Pengurus Gapoktan Usaha Bersama serta anggota kelompok tani. Pada kesempatan ini, Ketua Gapoktan membacakan Laporan Keuangan Neraca Saldo Periode Januari-Desember 2019, jumlah hasil usaha dari kegiatan PLDPM dan PUPM Gapoktan 2019 yang meliputi penggilingan padi, distribusi pangan dan penjualan beras adalah 31.140.200 rupiah. Sehingga saldo kas Gapoktan jumlah modal tahun 2018 ditambah hasil usaha tahun 2019 menjadi 221.462.200 rupiah. Sedangkan dari kegiatan BLM-PUAP yang dikelola oleh LKM-A Gapoktan Usaha Bersama jumlah modal yang awalnya seratus juta rupiah kini sampai dengan per 31 Desember 2019 telah berkembang menjadi 113.842.000 rupiah, yang terdiri dari saldo di Rekening Bank 65.578.000, saldo di Bendahara Gapoktan 10.829.00 rupiah, dan sisanya ada dianggota yang masih mengembangkan usaha melalui simpan pinjam sejumlah 37.435.000 rupiah. Selain usaha di kegiatan PLDPM, PUPM dan BLM-PUAP Gapoktan juga memiliki Sinpi dan iuran wajib anggota sampai saat ini berjumlah 6.768.000 rupiah. Dalam kesempatan tersebut, ketua Gapoktan juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran undangan dan para anggota Gapoktan serta menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan dan kekeliruan. Kritik dan saran sangat diharapkan Gapoktan untuk perbaikan dan kemajuan bersama. Selanjutnya giliran perwakilan Dinas Pertanian yang diwakili oleh Heri Lestiyawan, SP selaku Koordinator BPP Kembang Kuning, memberi saran dan masukan terhadap terhadap Gapoktan yang yaitu : Memberikan apresiasi kepada Gapoktan sudah berani melaksanakan RAT, karena dengan tranparansi dan keterbukaan antara pengurus dan anggota dapat terwujud. Memberikan arahan bahwa Gapoktan harus terus berbenah, agar lebih berprestasi lagi dan dukungan dari Penyuluh Pertanian sebagai penyuluh pendamping mesti diintensifkan lagi. Diharapkan agar Gapoktan memiliki program kerja atau rencana kerja per tahun yang lebih berkembang sesuai tuntutan jaman. Diharapkan pada Tahun 2020, Gapoktan dapat menumbuhkan dan membina petani milenial yang dikemudian hari dapat membantu Gapoktan berkembang maju. Sebelum acara RAT ditutup Hotim, SP selaku Penyuluh Pertanian setempat menambahkan informasi bahwa, kenapa mesti diadakan acara RAT dengan mengundang pihak luar terutama (Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian). Hal ini disebabkan wujud pertanggung jawaban Gapoktan secara Eksternal (keluar) karena Gapoktan sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan hal tersebut harus selalu dikawal agar bantuan tersebut dapat berkembang. Sedangkan dari Internal (kedalam), Gapoktan selalu melaksanakan pertemuan rutin tiap bulannya setiap tanggal satu. Sehingga hal-hal yang terkait transparansi Insya Allah selalu terjaga, karena kunci dinamisnya suatu Kelompok adalah terletak pada pertemuan rutinnya. Penulis : Hotim, SP (Penyuluh Pertanian WKPP Masingai Kecamatan Upau)