Loading...

BUNTINGGG GAK YA....PERIKSA YUKKK

BUNTINGGG GAK YA....PERIKSA YUKKK
Dalam usaha pembangunan Peternakan Kesehatan dan reproduksi ternak menjadi faktor penting dalam mendorong populasi dan pertumbuhan/perkembangan ternak. Karena dari reproduksi maka akan tumbuh genari baru /individu ternak baru. Kecepatan pertumbuhan ini sangat di tentukan: Kondisi ternak yang dapat di nilai dari Body Condition Scorer (BCS), di atas 3.Kondisi kesehatan dan normalitas organ reproduksi.Keberhasilan fertilisasi baik kawin secara alami maubun melalui teknik Inseminasi Buatan (IB).Pemeliharaan selama kebuntingan. PEMERIKSAAN KEBUNTINGAN 1. INDIKASI LUAR Berhentinya gejala-gejala birahi sesudah IB sudah bisa menandakan adanya kebuntingan, akan tetapi tidak berarti bahwa seratus persen akan terjadi kebuntingan. Peternak mungkin lalai atau tidak memperhatikan gejala birahi walaupun tidak terjadi kebuntingan. Kematian embrio dini atau abortus mungkin saja dapat terjadi. Perubahan-perubahan patologis dapat terjadi didalam uterus seperti myometra, sista ovarium bisa menyebabkan kegagalan birahi. Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara perdarahan setelah IB dengan konsepsi. Kelenjar susu pada sapi dara berkembang dan membesar mulai kebuntingan 4 bulan. Pada sapi yang pernah beranak/ sering beranak pembesaran ambing terjadi pada 1 sampai 4 minggu menjelang kelahiran. Ternak betina bertambah tenang, lamban dan hati-hati dalam pergerakannya sesuia dengan bertambahnya umur kebuntingan. Pada minggu terakhir kebuntingan ada kecenderungan pertambahan berat badan. Pada akhir kebuntingan ligamentum pelvis mengendur, terlihat legokan pada pangkal tulang ekor, oedema dan relaksasi vulva. Pada umur kebuntingan 6 bulan keatas gerakan fetus dapat dipantulkan dari dinding luar perut. Fetus teraba sebagai benda padat dan besar yang tergantung berayun didalam struktur lunak perut (abdomen). 2. INDIKASI DALAM Palpasi per-rektal terhadap uterus, ovaria dan pembuluh darah uterus adalah cara diagnosa diagnose kebuntingan yang paling praktis dan akurat pada sapi. Sebelum palpasi rektal perlu diketahui : Sejarah perkawinan ternak yang bersangkutanTanggal melahirkan terakhirTanggal dan jumlah perkawinan atau IBKejadian-kejadian penyakit pada ternak tersebutCatatan reproduksi yang lengkap sangat membantu dalam menentukan kebuntingan secara cepat dan tepat. Teknik palpasi rektal secara ringkas sebagai berikut : Pemeriksa memekai pelindung sepatu boot, pakaian praktek lapangan berlengan pendekMemakai sarung tangan plastikKuku pemeriksa harus dipotong tumpul, rata, licin dan tidak boleh memakai cincinMelakukan pemeriksaan dengan tangan kanan atau kiri sesuai kebiasaanWaspada terhadap sepakan (tendangan) kaki sapi yang biasanya terjadi menjelang atau waktu tangan dimasukkan ke dalam rectum.Sarung tanngan plastik harus dilicinkan dengan sabunTangan dimasukkan kedalam rectum dalam bentuk mengerucut dan diteruskan sampai melampaui organ reproduksi. Apabila feses banyak maka perlu dikeluarkan terlebih dahulu.Rasakan setiap perubahan-perubahan pada organ reproduksiIndikasi yang pasti tentang adanya kebuntingan pada ternak sapi dan kerbau melalui pemeriksaan per-rektal adalah : Palpasi secar halus dan sangat hati-hati terhadap kantong amnion pada kebuntingan muda, 35 sampai 50 hariPalpasi cornu uteri yang membesar berisi cairan plasenta dari hari ke 30 sampai ke 90 periode kebuntinganSelip selaput fetal, allantochorion, pada penjepitan secara luwes terhadap uterus diantara ibu jari dan jari telunjuk pada kebuntingan muda, 40 sampai 90 hariPerabaan dan pemantulan kembali fetus didalam uterus yang membesar yang berisi selaput fetus dan cairan plasentaPerabaan plesentomaPalpasi arteria uterine media yang membesar, berdinding tipis dan berdesir (fremitus) Kegiatan PKB (Pemeriksaan Kebuntingan) juga dilakukan di daerah Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, tepatnya di Kelompok Tani Peguyuban Tani yang di ketuai Bp. Abdul Mutholib. Pemeriksaan kebuntingan tersebut dilakukan oleh Dokter Hewan Widodo dan Bp. Agus sebagai petugas Inseminator (IB) dari Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun jumlah ternak sapi yang dilakukan pemeriksaan kebuntingan berjumlah 20 ekor sapi dengan hasil yang didapat yaitu : 2 ekor sapi positif bunting 3 ekor sapi bunting akan tetapi perlu pemeriksaan lagi 2 bulan kedepan 15 ekor sapi negatif (belum bunting).