Geliat usahatani dikalangan orang muda kini telah menunjukan eksistensinya dalam membangun sektor pertanian secara swadaya melalui usahatani dibidang hortikultura dengan komuditi spesifiknya adalah Tanaman Tomat. Komunitas orang muda ini diwadahi dalam Kelompok Tani Gewayan Tana yang merupakan kategori kelompok tani sejati yang mana kategori kelompok sejati adalah memiliki tujuan dan kepentingan yang sama dalam mengembangkan sektor pertanian tanpa ada unsur paksaan atau kelompoknya terbentuk karena ada program bantuan. Meski ditengah zona merah Bupati Anton Hadjon hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Anggota DPRD Ato Agil dari Fraksi PKB, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Petrus Patara Aran dan Kadis Perindag Siprianus Ritan, secara bersama-sama didampingi Camat Adonara Timur dan Danramil Adonara Timur serta sejumlah Kepala BPP sedataran Adonara, turut serta melakukan panen perdana tomat seluas 1 Ha. Dalam sambutannya Bupati Anton Hadjon mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kelompok tani gewayan tanah secara swadaya dalam memulai usahatani hortikultura khususnya tanaman tomat. Usahatani yang dilakukan oleh kelompok tani gewayan tanah tentu menjadi inspirasi bagi orang muda lainnya dalam membangun hidupnya melalui sektor pertanian. Bupati Anton juga menggarisbawahi, terkait misi selamatkan tanaman rakyat dan selamatkan orang muda telah direspon oleh kelompok gewayan tana secara swadaya. Berangkat dari respon ini Bupati Anton pun akan mensupport beberapa sarana pendukung untuk pengembangan usahatani antara lain, cultivator dan sumur bor tanah dangkal pada tahun anggaran 2021 yang akan datang. Selain itu ketua Kelompok Tani Gewayan Tana, Ama Natsir dalam menyampaikan laporan kegiatan panen perdana mengatakan bahwa, kami memulai usahatani secara berkelompok dengan mengandalkan potensi lahan yang tersedia yakni 5 Ha, dan kami baru optimalkan baru 1 Ha, yang saat ini telah berproduksi. Sementara 4 Ha yang lain akan ditanami secara bertahap agar ketersediaan akan produksi tomat tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasar di adonara timur dan sekitarnya, sambil membendung pasokan tomat yang datang dari Kabupaten Tetangga, seperti Sikka dan Ende. Hasil produksi selain untuk memenuhi permintaan pasar diwilayah adonara, kelompok tani gewayan tana juga mengirim produk tomat segar sebanyak 600 Kg ke kabupaten Alor, pungkas ama natsir. Secara wilayah administratif, Kelompok Tani Gawayan Tanah berkedudukan di Desa Saosiana Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur, juga merupakan kelompok pendapingan atau binaan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waiwerang yang berkedudukan di Desa Saosina. Sukses kelompok tani gewayan tanah dalam mengembangkan usahatani hortikultura juga berkat kontribusi pendampingan oleh peran penyuluh dalam mengedukasi keleompok terutama transfer teknologi dan informasi tentang agribisnis tomat yang menguntungkan. Pada sesi presentasi Analisa Usahatani oleh Bapak Hendrikus Masang Uba S.ST, selaku Penyuluh Pertanian BPP Waiwerang, dalam paparannya mengatakan bahwa, hasil ubinan yang dilakukan bersama siswa-siswi SMK Pertanian Adonara yang tengah Praktek di BPP Waiwerang adalah Produksi Tomat mencapai 16 ton per Ha, dengan jarak tanam 80cm x 40cm dengan jumlah populasi tanaman 7000 pohon. Harga jual per Kg Rp 5.000 maka pendapatannya mencapai Rp. 80.000.000, tentu hal ini sangat prospektif dan menguntungkan. By. Hendrikus Masang Uba,S.ST / Penyuluh Pertanian BPP Waiwerang