Loading...

BUPATI BARITO TIMUR PANEN RAYA CABAI DI POKTAN MARGI RAHAYU WKPP MANGARAP KABUPATEN BARITO TIMUR KALTENG

BUPATI BARITO TIMUR PANEN RAYA CABAI DI POKTAN MARGI RAHAYU WKPP MANGARAP KABUPATEN BARITO TIMUR KALTENG
Bupati Barito Timur Ampera A.Y. Mebas, Jum'at, (7/4/2017) melakukan panen raya cabe di Kelompok Tani Margi Rahayu Desa Mangkarap, Kecamatan Dusun Timur, Barito Timur. Kehadiran bupati pada panen raya cabe didampingi Kepala Dinas Pertanian Barito Timur Ir. Riza Rahmadi, MM, Kepala Desa Mangkarap, Kabag Protokoler Humas Barito Timur Jhon Wahyudi , S.STP, , PPL pertanian serta para tokoh tani desa setempat. Bupati Barito Timur Ampera A.Y Mebas menghimbau kepada masyarakat tidak hanya menanam Padi dalam memanfaatkan lahan pertaniannya. "Alhamdulillah, Puji Tuhan yang baru panen cabe senyumnya lebar-lebar, motornya baru, . Saya turut bangga Petani di Poktan Margi Rahayu bisa berhasil menanam cabe dengan hasil yang sangat baik. Jadi untuk mendapatkan hasil maksimal, kita nggak hanya harus menanam Padi saja," ujar Ampera A.Y. Mebas, SE, MM. bupati juga menghimbau masyarakatnya agar bisa memilih tanaman yang cocok dan tidak banyak ditanam petani pada umumnya. Sehingga saat tiba musim panen, produksi yang dihasilkan bagus, harga jualnya pun akan tetap stabil dan mahal. Sebab, jika barang melimpah, harganya pun pasti murah. "Seperti halnya tanaman Padi saat ini, seluruh petani beramai-ramai menanam Padi karena sewaktu tanam harganya mahal. Tapi giliran memasuki musim panen harganya sangat murah. Hal ini terjadi karena pasokan barang banyak, tapi konsumennya nggak nambah akhirnya numpuk harganya pun jadi anjlok."ujarnya. Panen raya cabe di lahan seluas setengah hektar milik Sutrisno warga Desa Mangkarap tersebut dalam beberapa kali petik mampu menghasilkan 3,5 Kwintal per minggu. Sementara harga jual cabai dilokasi berkisar antara Rp 40 – 50 ribu perkilogramnya. Sementara tanaman cabe milik Sutrisno mampu dipanen hingga 27 kali petik. Dengan budidaya tanaman cabai dilahan setengah hektar tersebut, dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan, Sunardi bisa meraup omset hingga Rp 250 juta lebih. Penghasilan Sutrisno ini dihitung dari hasil metik cabai dalam setiap minggunya sebanyak 3,5 kwintal, kemudian di kalikan 27 masa petik, dan dijual dengan harga Rp 40 – 50 ribu per kilo gramnya. Mendengar keberhasilan petani cabe di wilayah Kecamatan Dusun Timur tersebut bupati Ampera A.Y. Mebas, SE, MM meminta Dinas Pertanian dapat memberikan perhatian yang lebih serius untuk membantu para petani dengan penyuluhan dan penyediaan bibit tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan. Bupati Ampera A. Y Mebas, SE, MM juga berharap masyarakat dapat mengubah kebiasaan menanam tanaman satu jenis seperti jagung atau singkong, tapi juga bisa menanam tanaman jenis lain seperti tanaman cabe dan sayur sayuran. "Sehingga produksi hasil pertanian, nantinya bisa memiliki harga jual dan mampu mengendalikan harga pasar,"Ungkap sang bupati.