Loading...

BUPATI MANGGARAI BARAT MELAKUKAN LAUNCHING BERAS LEMBOR CAP KOMODO DARI GAPOKTAN WATU PAKA LENDO LEMBOR

BUPATI MANGGARAI BARAT MELAKUKAN LAUNCHING BERAS LEMBOR CAP KOMODO DARI GAPOKTAN WATU PAKA LENDO LEMBOR
v:* {behavior:url(#default#VML);} o:* {behavior:url(#default#VML);} w:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} BUPATI MANGGARAI BARAT SAMBUTAN BUPATI MANGGARAI BARAT PADA ACARA LOUNCHING BERAS CAP KOMODO Yang saya hormati ; 1. Anggota Musyawarah Pimpinan Daerah 2. Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, 3. Para Staf Ahli dan Asisten 4. Kepala Dinas/Badan/Kantor/Bagian Lingkup Kabupaten Manggarai Barat. 5. Pimpinan Instansi Vertikal Lingkup Kabupaten Manggarai Barat. 6. Ketua dan wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai Barat 7. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Manggarai Barat. 8. Pimpinan Lembaga Keagaman dan Tokoh Masyarakat. 9. Pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat. 10. Manager Hotel dan Restauran sekota Labuan Bajo 11. Camat Komodo /Camat Lembor Kabupaten Manggarai Barat. 12. Kepala Desa dan Lurah sekota Labuan Bajo 13. Insan Pers 14. Singkatnya undangan dan hadirin yang saya hormati Salam Sejahtera Bagi Kita Semua. Melalui kesempatan yang indah ini dan dalam momen yang bermartabat ini, saya mengajak kita semua untuk mensyukuri anugerah dan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita masih diberi kesempatan untuk dapat berkarya dan berbuat sesuatu yang berharga bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin dan undangan untuk bersama-sama mengikuti acara Lounching Beras Berlabel Cap Komodo milik Kabupaten Manggarai Barat . Bapak Ibu yang saya hormati. Manggarai Barat memiliki lahan sawah seluas 47.118 hektar, khusus untuk daerah persawahan Lembor seluas 3.528 hektar dan produksi Gabah Kering Giling Manggarai Barat sebesar. 110.362 ton dan setelah dikonversi menjadi beras sebanyak 64.828,07 ton. Hasil Komoditi padi ini belum dikelola dengan baik, terutama dalam peningkatan daya saing di pasaran sehingga hal ini mengakibatkan harga komoditi menjadi murah dan tidak menguntungkan petani. Situasi ini harus diperbaiki agar komoditi pertanian hasil petani memiliki daya saing dipasaran dan petani tidak merugi Bapak Ibu yang saya banggakan. Gapoktan Watu Paka Lendo Desa Siru, Kecamatan Lembor memilki lumbung pangan yang diisi dengan gabah kering giling dan juga beras hasil pembelian dari anggota dan non anggota. Mereka mengelola lumbung pangan dengan mendistribusikan kembali padi/beras dengan tingkat bunga sesuai dengan kesepakatan anggota kelompok kepada para anggota maupun non anggota dan juga memasarkannya ke pasar-pasar tradisional yang ada disekitarnya. Sistem tata niaga ini juga belum menguntungkan petani yang menjadi anggota Gapoktan Watu Paka Lendo Desa Siru. Kondisi gabah saat ini berjumlah 34 ton gabah kering giling. Komoditi ini harus dikelola dengan managemen agrobisnis yang baik dan difasilitasi oleh pemerintah daerah agar usaha Gapoktan Watu Paka Lendo Desa Siru, mengalami kemajuan dan menguntungkan petani. Pengelolaan ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah dan beras tidak mengalami kerusakan. Bapak Ibu yang saya kasihi. Produk-produk hasil pertanian perlu dikelola dan dikemasi dengan baik. Pengemasan dilakukan dengan tujuan memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat sebelum membeli dan atau di konsumsi sehingga keamanan pangan dapat terjamin dan tidak terkontaminasi oleh mikroba dan atau bahan kimia yang dapat menyebabkan keracunan, mutu pangan terjamin, serta mempunyai kandungan gizi baik. Menyadari akan pentingnya hal tersebut maka Gapoktan Watu Paka Lendo Desa Siru yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah melakukan kegiatan pengembangan usaha dengan membuat kemasan terhadap beras giling berlabel Cap Komodo. Gapoktan Watu Paka Lendo Desa Siru akan menyiapkan beras giling berlabel cap komodo ke dalam beberapa ukuran yaitu 5 kg, 10 kg, dan 50 kg. Pembagian ukuran kemasan bertujuan untuk memudahkan sistem pola pemasaran, klasifikasi kualitas beras serta penyesuaian terhadap tingkat kemampuan konsumen di pasaran. Beras berlabel cap komodo ini menjadi kebanggaan kita semua dan kita terus dukung untuk perbaikan dalam managemen pengelolaan selanjutnya. Bapak Ibu yang saya cintai. Peristiwa launching beras Cap Komodo, hari ini menjadi titik awal yang baik dalam upaya pemberdayaan usaha kelompok tani, peningkatan mutu beras, peningkatan pendapatan masyarakat terutama para anggota kelompok serta memperbaiki sistem distribusi pangan, dan sekaligus dalam rangka memperkuat ketersediaan pangan Kabupaten Manggarai Barat. Kepada Gapoktan Watu Paka Lendo Desa Siru saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas usaha dan jerih payah dalam menyediakan pangan yang berkualitas dan untuk mengharumkan Manggarai Barat Kepada Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang lain saya himbau agar tetap berusaha untuk dapat menghasilkan pangan yang berkualitas baik agar tercipta kemandirian pangan dan sumber daya manusia yang berkualitas baik di Manggarai Barat tercinta ini. Bapak Ibu yang saya hormati. Demikian beberapa hal penting yang perlu saya sampaikan agar petani Manggarai Barat menjadi lebih kuat dan mandiri. Sekian dan terimakasih. Labuan Bajo, Oktober 2014. Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}