Loading...

BUPATI PANEN SIMBOLIS PADI MUSIM OKMAR

BUPATI PANEN SIMBOLIS PADI MUSIM OKMAR
Selasa pagi menjelang siang sekitar jam 10.00 WIB tanggal 24 Maret 2015 Bupati Pemalang Junaedi SH, MM bersama Dandim 0711 Letkol Arm M. Lutfi didampingi Anggota DPRD Udjianto dan Wardoyo serta Asisten Ekbang dan Kesra, kepala SKPD dilingkungan Setda Pemalang disaksikan petani, penyuluh, kepala desa/kelurahan se Kecamatan Petarukan melakukan panen padi sehat di Kelurahan Petarukan Kecamatan Petarukan tepatnya berada di belakang pasar petarukan. Kegiatan panen tersebut menandai dimulainya panen raya musim okmar tahun 2014/2015. Pemalang dengan luas lahan sekitar 38.000 ha dengan luas panen 72.000 ha per tahun diharapkan berkontribusi terhadap ketersedian pangan dan peringkatnya meningkat dari nomor lima menjadi nomor empat setelah Kabupaten Cilacap, Sragen dan Pati.Rangkain acara dimulai dengan panen secara simbolis oleh Bupati Pemalang dan pejabat terkait dilanjutkan dengan ubinan dan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Ketua Asosiasi Petani padi Sehat (APPSP) Warnoto yang menyatakan bahwa kegiatan panen ini merupakan implementasi membangun pertanian khususnya padi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan pangan dengan mendapat bantuan dan dorongan dari aparat Pembina seperti para penyuluh, Bidang Tanaman Pangan serta bapak Bupati Pemalang. " kami telah menaman padi sehat seluas 13 ha budidaya padi sehat di Kecamatan petarukan dan sekitarnya dan menurut Informasinya kami dipercaya untuk mengelola percontohan budidaya padi sehat seluas 20 ha bersumber dana dari APBD kabupaten, untuk itu kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah sudi hadir pada acara ini dan sekaligus memberikan dorongan untuk menyebarluaskan budidaya padi sehat" ungkapnya dengan senang.Bupati Pemalang Junaedi SH, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemalang merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah bahkan nasional. Keberadaan tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui intensifikasi sehingga dengan luas lahan baku sawah yang semakin menyempit akibat alih fungsi lahan tidak mempengaruhi produksi gabah. Bentuk intensifikasi seperti ini sangat dibutuhkan karena akan memberikan nilai tambah terhadap pendapatan maupun produktifitas. Konsep budidaya padi sehat yang mengedapankan kesuburan lahan yang ramah lingkungan tersebut sangat cocok karena selama ini penggunaan pupuk kimia sudah berlebihan sehingga tanah menjadi mati dan mikroorganisme dalam tanah menjadi berkurang sehingga hama penyakit semakin banyak. " saya mendorong budidaya padi sehat semacam ini dan untuk disebarluaskan sehingga menghasilkan beras yang menyehatkan, produktivitas tinggi sehingga tadi saya mendengar ubinannya keluar 8,26 ton per ha, ini luar biasa karena biasanya pada musim okmar produksi rendah karena banyaknya hujan serta sinar matahari yang kurang". Lebih lanjut disampaikan bahwa melalui konsep budidaya padi sehat juga ikut membantu mencarikan solusi terhadap pemasarannnya karena berasnya dicari konsumen dan harganya lebih tinggi dari beras pada umumnya"..Warnoto selaku ketua APPSP menyampaikan setelah rangkaian acara panen padi oleh Bupati Pemalang selesai bahwa budidaya padi sehat dengan varietas bawor 9 banyak diminati oleh konsumen. Berasnya yang pulen beraroma wangi, bulirnya besar-besar dan tahan lama cocok sebagai partner budidaya padi sehat." Kami telah mengembangkan budidaya padi sehat dengan varietas padi bawor 9 sudah hampir dua tahun, dan Alhamdulillah permintaannya semakin banyak " jelasnya disela-sela penutupan. Permintaan beras bawor 9 tidak hanya pasar lokal saja, namun kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta dan beberapa rumah sakit besar minta dikirimi secara rutin. Konsep budidaya padi sehat sebenarnya sangat sederhana yaitu dengan memberikan pupuk organik, pupuk phospat alam, pupuk daun, nutrisi yang semuanya serba organik sehngga harapannya meminimalisir penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Konsep budidaya padi sehat bukan anti pupuk dan pestisida kimia, namun sejauh mungkin menghindari dan lebih mengutamakan bahan alami sehingga ramah lingkungan.Penulis: Nurul Ashar ( PP Madya pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang).