Padi sawah merupakan komoditas strategis yang keberadaannya sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Komoditas ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah, karena kekurangannya atau ketiadaannya dapat mengganggu kestabilan politik dan keamanan negara. Untuk itulah, diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas padi sawah, terutama melalui diseminasi teknologi tepat guna kepada petani. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) adalah menyelenggarakan Gelar Teknologi Padi Sawah. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak bulan April 2014 bertempat di Kampung Batusuhunan Kelurahan Surade Kecamatan Surade, seluas 10 Ha. Gelar Teknologi melibatkan 10 (sepuluh) perusahaan swasta/BUMN sebagai mitra. Mereka mendapatkan plot seluas 1 ha, yang harus dikelola sesuai dengan teknologi yang dimiliki, namun tetap berbasis pada 13 komponen PTT padi sawah. Kesepuluh perusahaan tersebut adalah : CV. Karya Tani, Syngenta Indonesia, CV. Saprotan Utama, PT. Petrokimia Gresik, PT. Petrosida Gresik, PT. Deltagro Mulia Sejati, PT. BASF, PT. Bina Guna Kimia (FMC), PT. Hextar Fertilizer Indonesia, dan PT. Anugerah Cemerlang Indonesia (ACI). Panen perdana Gelar Teknologi ini telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 7 Agustus 2014, yang secara simbolis dilaksanakan oleh Bupati Sukabumi. Hadir pula dalam acara ini : Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI, perwakilan Bakorluh Provinsi Jawa Barat, Asisten Sekda Bidang Ekbang, Kepala OPD lingkup pertanian, KTNA, dan Komisi Penyuluhan. Panen perdana diikuti oleh sekitar 500 orang petani dari 47 kecamatan, dan didampingi oleh Penyuluh pada masing-masing BP3K. Dalam laporannya, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Hj. Dedah Herlina, M.Si, menyampaikan bahwa rata-rata hasil ubinan yang diperoleh cukup memuaskan, mencapai 7,85 ton/ha GKP, dengan hasil tertinggi mencapai 9,74 ton/ha GKP, dan terendah 6,35 ton/ha GKP. Varietas yang ditanam adalah Inpari 19. Adapun kontrol merupakan petakan sawah yang dikelola sendiri oleh petani, di luar Gelar Teknologi, dengan hasil ubinan hanya mencapai 4,26 ton/ha GKP. Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi menyampaikan bahwa hasil dari pelaksanaan Gelar Teknologi harus ditindaklanjuti dengan upaya pengembangan varietas Inpari 19. Hal yang menjadi kendala dalam pengembangan varietas unggul baru adalah ketersediaan benih di tingkat petani. Untuk itu, perlu adanya upaya menumbuh kembangkan penangkar lokal benih padi sawah, tentunya melalui kerjasama berbagai pihak terkait, khususnya BP4K, Dinas Pertanian, BPSB, dan BPTP Jawa Barat. Ditulis kembali oleh : SOPYAN (admin BP3K Surade)sumber : http://www.bp4kkabsukabumi.net