Kabupaten Tabanan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang memiliki lahan sawah yang lebih luas dari kabupaten lainnya. Luas lahan sawah yang dimiliki kabupaten ini kurang lebih 22 ribu ha, sehingga Kabupaten Tabanan ini sering dijuluki sebagai lumbung pangannya Bali. Kabupaten ini telah menunjukkan eksistensinya dalam menunjang program pemerintah dalam peningkatan produksi pangan untuk menuju swasembada padi, jagung dan kedelai, dengan dilaksanakannya "Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Kedelai" yang dilaksanakan pada lokasi sentra kedelai di "Subak Gadon III" Desa Beraban Kecamatan Kediri. Hadir dalam acara tersebut adalah Gubernur Bali (diwakilkan), Bupati Tabanan, DPRD Kabupaten Tabanan, Staf Ali Kementerian Pertanian RI, Dirjen Pertanian Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Danrem 163, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, SKPD lingkup Kabupaten Tabanan, Kelompok tani yang tergabung dalam Subak Gadon III, serta undangan lainnya. Dalam sambutan Bupati Tabanan mengatakan bahwa masyarakat Tabanan sangat merespon secara positif program yang dicanangkan pemerintah pusat, melalui kerjasama secara terpadu antara rakyat, SKPD dan TNI, dalam mewujudkan ketahanan pangan, sehingga kebutuhan akan pangan tidak menginport lagi. Bupati juga mengharapkan agar Tabanan tetap menjadi perhatian pusat, mengingat luas lahan sawah di kabupaten ini cukup luas, sehingga dalam menggali potensi kabupaten ini perlu dukungan kerjasama dari berbagai pihak baik dari pusat, propinsi maupun kabupaten untuk tetap bisa mempertahankan predikat Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali. Diharapkan juga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang ada di Kabupaten Tabanan. Sementara dari Staf Ahli Kementerian Pertanian RI Bidang Inovasi dan Teknologi, dalam arahannya mengatakan, bahwa berdasarkan jumlah produksi padi yang dihasilkan oleh Provinsi Bali, sebenarnya Bali sudah swasembada beras. Walaupun demikian Bali juga harus berkontribusi untuk provinsi lainnya dalam upaya peningkatan produksi untuk mencapai swasembada beras nasional. Dalam mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai ini dilaksanakan program yang disebut "UPSUS" yaitu Upaya Khusus untuk peningkatan produksi, jadi bukan upaya yang biasa-biasa saja. Upaya khusus ini diantaranya melibatkan TNI sebagai pendamping, pengawalan dan penggerak pelaksanaan program peningkatan produksi. Berdasarkan analisa faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya produksi yang terjadi selama ini diantaranya banyaknya jaringan irigasi yang sudah rusak, indek pertanaman yang masik kecil dan produktivitas yang masih kurang serta tenaga kerja yang sering menjadi permasalahan. Oleh karena itu perlu difasilitasi dengan sarana produksi dan alsintan seperti traktor, pupuk, benih dan komponen produksi lainnya. Dikatakan juga Kabupaten Tabanan merupakan tolok ukurnya Bali, apabila di Tabanan program ini berhasil dengan baik maka secara umum pelaksanaan program ini di Bali akan berhasil dengan baik pula. Sedangkan dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali menyampaikan dalam acara tersebut, bahwa Bali mendapat target seluas 7.500 ha GP-PPT Padi, 1.000 ha GP-PPT jagung dan 2.000 ha GP-PPT Kedelai, dimana lokasi pencanangan gerakan penerapan PTT kedelai di Subak Gadon III ini memperoleh target 100 ha untuk GP-PTT kedelai. Diakhir kegiatan pencanangan GP-PTT ini dilakukan penanaman kedelai secara simbolis oleh yang mewakili Gubernur Bali, Bupati Tabanan, DPRD Kabupaten Tabanan, Staf Ali Kementerian Pertanian RI, Dirjen Pertanian Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Danrem 163, Dandim 1619 Tabanan, Kapolres Tabanan, serta diikuti oleh para petani anggota Subak Gadon III Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. ( I Made Widiada, BP4K Tabanan, Bali).