Bupati Tegal, Enthus Susmono terus menggencarkan gerakan menanam dikalangan masyarakat dan kawula muda. Tujuannya, agar dalam diri pemuda terbentuk pribadi yang suka menanam bukan menebang. Himbauan ini disampaikan KI Enthus dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Sudikampir Bumijawa Kabupaten Tegal Selasa (2/12/2014). Lebih lanjut, Bupati menyampaikan orasi ilmiahnya menyoal pentingnya menanam pohon. Dihadapan 700 masyarakat dan para stakeholder se Kabupaten Tegal yang mengikuti pencanangan HMPI, ia mengajak semua lapisan masyarakat tua,muda, laki laki, perempuan, anak-anak untuk peduli pada kelestarian hutan. Paling tidak menurut Enthus, hal itu bisa dimulai dari lingkungan terdekat seperti rumah atau pekarangan. Masyarakat, lanjut Ki Entuhus, bisa menanam paling tidak 4 pohon. Itu karena setiap orang membutuhkan air dan oksigen setiap harinya 4 pohon. Dengan menanam 4 pohon kondisi alam Kabupaten Tegal tidak mengalami kekuarangan air dan oksigen. "Syukur mau menanam pohon 10 pohon, yang 4 pohon untuk sendiri, 6 pohon lainya untuk sedekah,". Sementara itu, adanya gerakan masyarakat menanam pohon, Dinas Tanbunhut Kabupaten Tegal pada tahun 2014 telah menyalurkan bibit kayu dan buah sebanyak 2.408.098 batang, dengan rincian kawasan hutan sebanyak 1.466.063 batang, diluar kawasan hutan/lahan milik masyarakat sebanyak 942.035 batang. Menurut Ki Enthus, dengan julmlah tanaman sebanyak itu, dalam jangka waktu 30 tahun mendatang Kabupaten Tegal akan hijau royo royo. Karena itu, Bupati mendorong masyarakat melakukan gerakan menanam pohon. Hutan sebagai penyangga kehidupan mempunyai peranan sebagai penyerasi dan penyeimbang lingkungan. Selain mencanangkan HMPI, Bupati pada kesempatan itu, juga mengukuhkan 2 Organisasi Pencinta Lingkungan "HIJAU DAUN" yang diketuai Bambang Supratman Desa Bengle Kecamatan Talang dan Pencinta Lingkungan " BUKA PALA" yang diketuai Ahmad Nurofiq Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa. Dalam arahannya, Bupati berharap, agar para pengurus organisasi mampu memberikan kontribusi dalam menggerakan cinta lingkungan dan cinta menanam pohon wilayahnya masing masing. Lebih lanjut ditegaskan, manusia tidak dapat lepas dari tiga hal pertama Habluminallah, karena manusia diciptakan oleh Allah dan bergantung kepada Allah mau diberi umur 100 th atau 1 bulan, 1 hari itu hak Allah. Kedua Habluminannas manusia pasti membutuhkan manusia lainya dalam segala urusan didunia, dan yang ketiga Habluminal'alam manusia butuh bumi untuk berpijak, butuh air untuk diminum, mandi dan lain sebagainya, butuh oksigen untuk bernafas semua ini berada dilingkungan kita yang harus dijaga kelestariannya diantaranya harus banyak menanam. AM. ABURANTO, S.Pi (Penyuluh Kehutanan BP4KKab. Tegal)