Busakanber Alternatif Pemenuhan Kebutuhan Pangan Pada Masa Pandemi
Di tengah keprihatinan adanya Pandemi Covid 19 ternyata tidak menyurutkan semangat Para Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumedang dan Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Kuncup Mekar dan Kenanga untuk menjamin ketersediaan pangan terutama untuk memenuhi kebutuhan Pangan Keluarga. Mentri Pertanian Sahrul Yasin Limpo mengatakan :‘’Pertanian tidak boleh berhenti karena wabah Covid 19, semua insan pertanian harus bergerak untuk mengawal ketersediaan pangan.’’Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Dedi Nursyamsi meminta kepada Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi petani.”Penyuluh Pertanian harus selalu aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik, jangan sampai ada komoditas Pangan yang tertahan.’’ Tegas Dedi. Upaya pemenuhan pangan keluarga melalui Budidaya Sayuran dan Ikan dalam Ember (Busakanber) menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pangan pada masa pandemi. Busakanber ini ibarat kulkas yang bisa menyimpan kebutuhan pangan terutama sayuran dan ikan dalam keadaan segar dan hidup yang bisa diambil kapan saja ketika dibutuhkan. Inovasi ini dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga yang diperoleh dari sayuran dan ikan sebagai sumber protein hewani. Hal ini selaras dengan program kementrian pertanian dalam mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumahtangga melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Untuk mengadopsi teknologi Busakanber ini, maka ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Kuncup Mekar dan KWT Kenanga Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang mengadakan pelatihan Busakanber pada hari Selasa, 16 juni 2020 dengan Narasumber dari Penyuluh Kabupaten Sumedang. Penyuluh Kabupaten Sumedang, Ade Yayan mengatakan,”Busakanber ini cukup mudah, kunci keberhasilan Busakanber, kita harus melalui tahapan-tahapannya dengan benar. Tahapan-tahapan Busakanber ini terdiri dari : Pembuatan Probiotik Penyiapan Kolam ember dan Media Tanam Sayuran Penanaman sayuran dan Bibit lele Pemeliharaan Panen Sebelum menyiapkan kolam ember dan media tanam sayuran dilaksanakan praktek pembuatan probiotik terlebih dahulu yang di pandu oleh Dede mubarok”Peran probiotik ini sangat penting dalam Busakanber”ujar Dede.”Probiotik ini di gunakan untuk nutrisi sayuran dengan cara di semprotkan pada bagian batang dan daun, dan untuk merendam pakan sebelum di berikan pada lele. Dengan menggunakan probiotik nutrisi sayuran terpenuhi, penggunaan pakan lele pun menjadi lebih irit dan mengurangi bau amoniak dari penumpukan pakan lele”.Tegas Dede. Inovasi Busakanber ini ternyata memberikan daya tarik bagi,Hj. Yati Suryati,SP,MM. Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Wilayah Sukasari. Melalui akun Facebook beliau menuliskan Caption “terimakasih kepada Tim Jafung, mudah-mudahan ilmu yang di sampaikan lebih bermanfaat untuk menambah wawasan keterampilan serta dipraktekan oleh anggota KWT untuk ketersediaan pangan serta menambah gizi keluarga yang berasal dari sayuran dan protein. Busakanber ini sangat cocok dilakukan untuk mengisi waktu di rumah di masa Pandemi Covid 19, karena kegiatannya cukup dilakukan di lingkungan sekitar halaman rumah atau kebun.