BUTIRAN HIJAU SUMBER REJEKI Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu merupakan sebuah desa yang terletak di bagian barat Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. Jarak dari Desa Mundu ke Ibu kota kecamatan adalah 2,6 Km dan jarak ke Ibu kota Kabupaten 25,3 Km. Di Desa Mundu terdapat 561 Petani terdiri petani pemilik, pemilik penggarap maupun penggarap saja/sewa. Sawah di Desa Mundu termasuk dalam kategori lahan irigasi teknis seluas 212 Ha yang terbagi kedalam 5 Hamparan Kelompok Tani. Sumber pengairan dari Saluran Induk Sindu Praja, Duta Mati kemudin SS Sipetung yang bersumber dari Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka. Pola Tanam di Desa Mundu terdiri dari Padi-Padi-Bera 132 Ha (62,29 %) dan Padi-Padi-Palawija. 80 Ha (37.74 %) meliputi 149 Petani. Tanaman palawija yang biasa ditanam disana adalah Kacang hijau. Budidaya Kacang hijau di Desa Mundu sudah dilakukan secara turun temurun, merupakan area kacang hijau terluas di Kecamatan Karangampel, namun budidaya Kacang hijau di sana belum dilakukan secara intensif, petani hanya memanfaatkan sisa pengairan yang masih mengalir di SS Si Petung menunggu datangnya musim hujan, sebelum adanya pengeringan yang biasanya dilaksanakan pada pertengahan bulan September. Benih Kacang hijau ditanam tanpa olah tanah pada lahan yang sudah pecah-pecah, kemudian di airi. Kacang hijau dari Desa Mundu umumnya berukuran besar, biasanya digunakan untuk pedagang Bubur Kacang ijo, jarang petani Mundu yang menanam biji kecil untuk untuk tujuan produksi tauge. Bertanam Kacang hijau dilakukan segera setelah proses panen padi selesai, sekitar 1-2 Minggu, saat lahan sudah pecah tapi masih lembab. Apabila lebih dari itu, tanah sudah kering sekali sehingga harus di airi terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman. Benih yang digunakan sekitar 10 kg/Ha. Petani biasanya menyimpan benih untuk kebutuhan sendiri, apabila benih tidak tersedia, petani memeli dari Toko Dhenok di Karangampel dengan harga sekitar Rp 20.000/kg atau dari sesama petani. Benih ditabur pada tanah yang sudah pecah secara beraturan pada jarak 30-35 cm dengan jarak antar barisan 50-60 cm. beberapa petani menabur secara acak tanpa diatur dalam barisan. Pada saat berdaun 4 atau kurang lebih berumur 20 HST, lahan di leb (diairi) kemudian menjelang berbunga kembali diairi. Pengairan menggunakan pompanisasi karena sebagian besar lahan di Desa Mundu lebih tinggi dibanding saluran SS Si Petung, sedangkan saluran tersier suplesi jaraknya jauh dan tidak berfungsi optimal. Pemupukan dilakukan 1 kali menggunakan NPK Mutiara dengan dosis 7-10 Kg/Ha. Pupuk dilarutkan kemudian menggunakan handsprayer di kocorkan pada setiap rumpun. Umumnya 1 ha Ha memerlukan 50 Teng semprot. Pemupukan dilakukan pada sat setelah mengeairi pertama. Beberapa petani menggunakan pupuk 35 Kg /Ha terdiri dari 14 kg urea, 14 Kg NPK phonska dan 7 Kg NPK Mutiara dengan cara aplikasi yang sama. Setelah berumur 30 HST dilakukan penyiangan. Hama utama yang menyerang Kacang hijau di Desa Mundu adalah ulah penggorok daun dan polong, Belalang dan tikus. Penyakit yang biasa menyerang adalah Bercak daun, Embun tepung, bercak scleretium dan mozaik kuning yang pernah menyerang dalam area yang cukup luas pada Musim gadu 2018. Petani di Desa Mundu biasanya mengendalikan OPT pada Kacang hijau menggunakan pestisida sisa tanaman padi, jarang membeli khusus untuk pengendalian kacang hijau. Umumnya petani berkonsentrasi pada penggunaan insektisida berbahan aktif abamektin dan sipermetrin, dan hanya sedikit menggunakan fungisida berbahan aktif difeconazole. Umur 55 HST, 1 atau 2 polong per tanaman sudah mulai tua, memasuki umur 2 bulan, mulai dilakukan panen pertama 20 hari kemudian panen ke dua yang merupakan puncaknya. Panen yang ke tiga kalinya merupakan panen terahir sisaan. Pada saat ada serangan tikus, biasanya petani Mundu hanya dapat memanen dua kali, itupun balap-balapan dengan tikus. Produtivitas kacang hijau di Desa Mundu mencapai 0,7 – 1.05 ton/Ha. Pada saat serangan Virus Kuning tahun 2018 produksi menurun hanya sekitar 0.3-0.5 Ton /Ha. Pada saat awal musim panen, harga kacang hijau di tingkat petani bisa mencapai Rp 15.000 / Kg, seiring panen raya biasanya harga jatuh sampai dengan Rp 7.500 / Kg. Rata-Rata harga dalam beberapa tahun terakhir adalah Rp 11.000/Kg. Melihat budaya dan persyaratan teknis budidaya kacang hijau di Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu cukup potensial untuk dikembangkan. Budidaya Kacang hijau ini merupakan pola tanam yang tepat untuk memutus siklus OPT Tanaman Padi, meningkatkan Kesuburan lahan, dan menambah pendapatan petani. Disamping itu, dengan adanya program UPPO yang merupakan pola integrasi tanaman dan ternak, jerami kacang hijau kini dapat dimanfaatkan untuk pakan sapi. Ada sekitar 32 ekor sapi di Desa Mundu, 6 dari program UPPO, 12 milik pribadi pengurus Kelompok tani dan sisanya milik petani lainnya. Budidaya Kacang hijau di Desa Mundu berpotensi untuk dikembangkan secara intensif, untuk itu diperlukan peningkatan PSK petani Desa Mundu dalam hal teknis budidaya, Pengolahan/ pasca panen dan Peran serta kelompok tani dalam memobilisasi petani. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan-pelatihan tentang Budidaya dan pasca panen bagi para petani di Desa Mundu yang difasilitasi oleh pemerintah. Penulis: Budi Kusmayadi, S.Pt (Penyuluh Pertanian BPP Karangampel, Wilbin Mundu). Sumber Pustaka: Bapak Ahmad Farhan Kelompok Tani Sri Rengas dan Bapak Mustakim Kelompok Tani Sri Nurjanah Desa Mundu Kec. Karangampel Kab. Indramayu Jawa barat. Sumber Gambar : Dokumentasi Pertanaman Kacang Hijau Desa Mundu Kecamatan Karangampel