Loading...

Cara bertanam Tumpang Sari Wortel dengan Jagung Varietas Surya

Cara bertanam Tumpang Sari Wortel dengan Jagung Varietas Surya
Menanam jagung secara tumpang sari masih sangat efektiv, bila cara budidayanya dilakukan secara tepat. Jagung varietas surya banyak memiliki kelebihan bila ditanam secara tumang sari karena varietas ini banyak memiliki kelebihan antara lain; masak fisiologis hingga panen pada umur ± 98 hari setelah tanam. Varietas surya mempunyai potensi hasil produk jagung antara 6,9 – 8 t/ha. Varietas ini cukup tahan terhadap penyakit bulai dan toleran terhadap penyakit karat daun, selain itu varietas jagung surya juga dapat tumbuh dan berkembang baik didataran rendah dan dataran tinggi hingga mencapai 1000 m dpl. PH tanah berkisar antara 5,5 – 7,5Varietas surya yang mempunyai banyak keunggulan dan dapat tumbuh didataran rendah hingga tinggi, tanaman jagung ini dapat dibudidayakan secara tumpang sari dengan berbagai tanaman sayuran (khususnya pada tanaman sayuran wortel) Cara bertanam jagung varietas surya dengan tumpang sari pada tanaman wortel antara lain :1. Persiapan lahan Dalam persiapan lahan yang perlu dilakukan tidaklah berbeda dengan melakukan olah tanam pada tanaman lainnya yaitu dengan cara membersihkan lahan, mencangkul, memupuk dasar, membuat bedengan, pengapuran, pencangkulan ulang hingga tercampur pupuk/kapur pertanian secara merata, selanjutnya lahan telah siap untuk ditanami sayuran wortel dan ditumpangsarikan dengan jagung.2. Cara tanam jagung varietas surya secara tumpang sari dapat dilakukan setelah lahan telah ditaburi/ditanami benih wortel terlebih dahulu, setelah wortel telah tumbuh dan telah berumur ± 2 minggu selanjutnya baru disusupin/ditanamin jagung.hal ini diharapkan agar tanaman jagung tidak menggangu tanaman wortel dan diharapkan benar-benar tumbuh diantara tanman wortel. Adapun cara menanamnya yaitu dengan cara menugal/membuat lubang tanam pada sisi-sisi bedengan dan diantara saluran air/drainase dengan jarak tanam antara 75cm X 20 cm. Benih jagung kemudian ditaburkan pada lubang tanam, setiap lubang tanam ditaburi benih masing-masing 2 biji jagung dan kemudian ditutup kembali hingga tertutup rapat3. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman jagung secara tumpang sari dapat dilakukan dengan cara;a. Membersihkan gulma dengan cara mencabut gulma yang menjadi pesaing pada tanaman wortel maupun tanaman jagung.b. Melakukan pembumbunan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah, dengan cara mencangkul dan menaikkan tanah pada draenase untuk ditaruh ditangkal jagung/pinggiran guludan. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. c. Pemupukan dapat dilakukan dilakukan dalam tiga tahap yatu tahap I secara bersamaan dengan tanaman wortel maupun dengan cara memisahkan sendiri pada tangkal tanaman jagung.Pemupukan susulan II dilakukan pada saat tanaman telah berumur 30 hari, susulan III: diberikan saat tanaman berumur 45 hari dengan dosis 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl. Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50-100 kg.d. Pengairan dan PenyiramanPenyiraman dilakukan bila tidak ada hujan dari benih telah ditanam hingga menjelang panen, pengairan bertujuan untuk menjaga agar tanaman tidak layu/mati.e. Pengendalian Hama dan PenyakitPelaksanaan pengendalian hama terpadu dilakukan secara intensif yang bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi maksimal pengendalian hama dan penyakit perlu memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.4. PanenPanen dapat dilakukan sesuai dengan keperuntukannya yaitu (untuk sayur, dibakar atau direbus, untuk dijadikan benih/lainnya) oleh karena itu jagung dapat dipanen pada waktu jagung masih: masak susu, masak lunak, masak tua.Ditulis Oleh: Sundari BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Balit sereal Maros dan lainnya