Loading...

CARA BETERNAK SAPI POTONG (SAPI MADURA)

CARA BETERNAK SAPI POTONG (SAPI MADURA)
Usaha beternak sapi di Indonesia telah lama dikenal masyarakat dan mempunyai prospek yang cukup bagus sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk maka kebutuhan akan protein hewani juga akan semakin meningkat, sehingga usaha penggemukan sapi potong ini menjadi salah satu peluang usaha yang banyak ddiminati masyarakat Indonesia, selain penghasil daging sapi porong juga dapat menghasilkan limbah/kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan umtuk bahan dasar pembuatan pupuk Organik. Sehingga selain dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak. Peternak sapi potong sudah sangat banyak dan telah menguasai lebih dari 98% sapi potong di Indonesia, ternyata mereka adalah peternak berskala kecil dengan skala kepemilikan rata 2-3 ekor, yang sekaligus menjadi tulang punggung bangsa Indonesia untuk menyediakan bahan pangan asal hewan bagi seluruh penduduk Indonesia .Sebagian besar mereka peternak yang tingkat pendidikan dan kerampilan serta pengetahuannya tentang usaha sapi potong yang lebih menguntungkan masih sangat rendah, hal ini disebabkan mereka belum tau cara menaksir berat badan sapi secara tepat dan hal ini yang menyebabkan meraka tidak mempunyai nilai tawar yang baik, untuk itu perlu adanya pembinaan yang lebih intensif sehingga peternak-peternak kita dapat menjadi peternak yang handal dan mempunyai skill yang tinggi.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beternak sapi Potong Antara lain : 1. Bibit Pemilihan bibit yang sehat, umur bakalan antara 1 -2 tahun dan tidak cacat2. Pakan Pakan yang diberikan harus ada pakan hijauna (rumput) dan pakan tambahan (Konsentrat), sehingga kebutuhan ternak untuk memproduksi daging dapat ter penuhi 3. Kandang Kandang untuk sapi potong tidak perli terlalu luas untuk mengurangi ruang gerak Ternak sehingga tidak banyak energi yang terbuang, kandang harus bersih dan nyaman.4. Pemeliharaan Untuk pemeliharaan tidak terlalu susah yang penting pemberian pakan teratur, Pengamatan penyakit dan ciptakan lingkungan kandang yang tenang, lama pemeliharaan 6 bulan sampai dengan 1 tahun.5. Pemasaran Aspeng yang paling penting dalam pemasaran adalah menentuan waktu yang tepat Umtuk memulai usaha sehingga di saat panen harga relatif stabik dan tinggiSelain cara beternak yang baik yang tidak kalah penting adalah pelaku utama mampu untuk menganalisa kelayakan usahanya sehingga pelaku utama mampu menjadi pelaku usaha dalam usaha tani ternaknya:Contoh Analisa Usaha Tani Sapi Potong: Input Tetap Penyusutan Kandang dan Perlengkapan Rp 200.000,- (Rp 2.000.000,-/5 tahun) Input Variabel Bibit sapi bakalan usia 1,5-2 tahun Rp 19.500.000,- dgn BB 150 kg sebanyak 3 ekor @ Rp 6.500.000,- Biaya pakan tambahan Rp 8.640.000,- 3 ekor x 8 kg x 180 hari x Rp 2000,- Biaya Obat dan Vitamin 2 Unit x Rp 50.000,- Rp 100.000,- Tenaga Kerja Petani sendiri Total Input Rp 28.440.000,- Output 3 x 0,6 kg x 180hr = 324 kg Jadi pertambahan BB 3 ekor sapi selama pemeliharaan 6 bulan = 324 kg x Rp 43.000,- /kg = Rp 13.932.000,- jadi total pendapatan dari penjualan sapi 3 ekor adalah: Rp 19.500.000,- + Rp 13.932.000,- = Rp 33.432.000,- Penjualan Pupuk kandang = Rp 500.000,- Total Output = Rp 33.932.000,- Pendapatan : Outpun - Total Input = Rp 33.932.000 – Rp 28.440.000 = Rp 5.492.000,-/6 bulan = Rp 915.000,-/bulan Oleh : Fitriyani (BPP Kec. Tragah)