Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim terutama pada musim paceklik. Untuk itu para petani bawang harus memutar otak mencari cara bagaiman agar bisa menanam bawang merah pada lahan kering namun memberikan hasil yang melimpah. Salah satu teknik penanaman bawang merah di lahan kering adalah sebagai berikut : 1. Pemilihan bibit. Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. 2. Pengolahan tanah dan penanaman. Buat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesusai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50 cm, permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung. Tambahkan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton per hektar apabila keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Apabila umur umbi masih kurang dari 2 bulan, lakukan pemogesan terlebih dahulu. Pemogesan adalah pemotongan bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm. Fungsinya untuk memecahkan masa dorman dan mempercepat tumbuhnya tananaman. Menanam pada musim kemarau maka jarak tanam yang dipakai 15 x15 cm 3. Perawatan dan pemupukan. Untuk perawatan bawang merah pada musim kemarau dilakukan penyiraman sehari dua kali setiap pagi dan sore. Setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari. Sedangkan pemupukan susulan diberikan setelah tanaman bawang merah berumur 2 minggu dan 5 minggu setelah tanam. Kemudian lakukan Penyiangan gulma pada bawang merah agar penyerapan nutrisi yang ada didalam tanah tercukupi. 4. Pengendalian Hama dan Penyakit. Penyakit yang sering menyerang tanaman petani bawang adalah hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat ini menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Hama ini ditanggulangi dengan pemungutan manual, ulat dan telur diambil untuk dimusnahkan. Atau bisa juga semprot dengan insektisida. Selain itu penyakit lain yang sering mrnyerang bawang merah adalah penyakit layu fusarium, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan seperti terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.