Loading...

CARA BUDIDAYA SEMANGKA

CARA BUDIDAYA SEMANGKA
Saat ini di pasaran telah banyak jenis semangka yang beredar, baik semangkalokal maupun impor (hibrida). semangka lokal pada umumnya berukuran kecil, rasanyakurang manis, dan banyak mengandung biji. Semangka hibrida terbagi menjadisemangka hibrida haploid (berbiji) dan semangka hibrida triploid (tanpa biji). Terdapat 4 tahap pembenihan dalam ruang lingkup produksi benih penjenissampai benih yang akan ditanam petani, yaitu: 1. PembibitanSebelum disemai, benih semangka diperam terlebih dahulu. Caranya adalah benih yang telah dikeringanginkan diletakkan di atas kain handuk, kemudian dilipat. Masukkan bungkusan tersebut ke dalam kaleng atau stoples yang dilapisi pasir dan kertas koran basah. 2. Pengolahan TanahTanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat. Lebar bedengan tergantung teknik budidaya yang digunakan. Untuk penanaman sistem turus (ajir), lebar bedengan adalah 100-110 m; sistem tanpa turus dengan 1 baris tanaman, lebar bedengan 200 cm; sistem tanpa turus(ajir) dengan 2 baris tanaman, lebar bedengan 400 cm. Panjang bedengan maksimum 12-15 m, tinggi bedengan 30-50 cm, lebar parit 30-50 cm. Kemudian pemberian pupuk dasar untuk semangka tanpa biji. 3. PenanamanUntuk penanaman sistem turus, jarak tanam yang digunakan adalah 80 x 70 cm dengan populasi 8.000 tanaman/ha. Untuk penanaman sistem tanpa turus, dengan 1 baris dan 2 baris tanaman, jarak dalam barisan 70 cm dengan populasi 3.5004.000 tanaman/ha.Kemudian persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah. 4. Pemeliharaan Tanaman Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan. Apabila tanaman tumbuh terlalu lambat atau tanaman mati dilakukan penyulaman dengan bibit baru yang telah disiapkan tetapi penyulaman tidak boleh dilakukan lebih dari 10 hari setelah tanam. Pada kegiatan penyulaman, perlu diperhatikan penyebab kematian bibit.