Loading...

CARA- CARA PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN

CARA- CARA PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN
Salah satu materi di kegiatan pertemuan Sekolah Lapang Dalam Rangka mendukung UPSUS (SL UPSUS) 2017 di WKPP Sungai Durait Hulu yang disampaikan Cara – cara Pengendalian Hama. Yang dilaksanakan pada tanggal 25 September 2017.Hama pada dasarnya kehidupannya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu, faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang dimiliki serangga/hama akan mempengaruhi populasi hama melalui kemampuan berkembang biak. Selanjutnya kemampuan berkembang-biak tergantung kepada kecepatan berkembang-biak dan perbandingan kelamin. Kecepatan berkembang-biak itu sendiri akan dipengaruhi oleh lamanya siklus hidup. Faktor luar adalah faktor-faktor yang ada dilingkungan yang mempengaruhi kehidupan hama. Faktor luar ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu faktor fisik, faktor makanan, dan faktor hayati. Cara Pengendalian Hama1. Pengendalian dengan Undang-Undang atau PeraturanSalah satu usaha untuk mencegah pemasukan, penyebaran, dan meluasnya organisme pengganggu tanaman berbahaya dari satu daerah ke daerah lainnya atau dari satu negara ke negara lainnya adalah dengan cara karantina.Contoh peraturan tersebut adalah UU No. 2 Tahun 1961 tentang Pengeluaran dan Pemasukan Tanaman dan Bibit Tanaman, yang merupakan landasan hukum pelaksanaan karantina tanaman di Indonesia.2. Pengendalian Secara Kultur TeknisPengendalian secara kultur teknis ini adalah semua cara pengendalian dengan memanfaatkan lingkungan guna menekan populasi hama diantaranya adalah, pengolahan tanah dan pengairan, pergiliran tanam, tumpang sari, pemupukan yang optimum, penanaman tanaman perangkap, sanitasi, pengaturan pola tanam, pengaturan waktu tanam, penggunaan mulsa.3. Pengendalian Secara Fisik dan Mekanik- Pengendalian Secara Fisik dilakukan dengan memanfaatkan faktor lingkungan fisik sedemikian rupa seperti suhu, kelembapan, dan cahaya untuk mempengaruhi dan membunuh hama.- Pengendalian Secara Mekanik dilakukan dengan alat, tangan manusia atau bahan lainnya dengan tujuan mematikan, cara ini cukup sederhana tapi harus dilakukan secara terus-menerus, beberapa teknik pengendalian secara mekanik anatar lain : pengambilan telur, larva, nimfa, pupa atau imago, penggunaan perangkap, memotong bagian yang terserang.4. Pengendalian Secara Hayati (Biologi)Pengendalian hayati adalah pengendalian hama dengan cara biologi, yaitu dengan memanfaatkan musuh-musuh alaminya (agensia pengendali biologi), seperti predator, parasit, dan patogen. Pengendalian hayati dalam pengertian ekologi didefinisikan sebagai pengaturan populasi organisme dengan musuh-musuh alam hingga kepadatan populasi organisme tersebut berada di bawah rata-ratanya dibandingkan bila tanpa pengendalian.Dilihat dari fungsinya, musuh alami dapat dikelompokan menjadi tiga Predator, Parasitoid, dan Patogen.5. Pengendalian Secara KimiawiPengendalian secara kimiawi adalah usaha pengendalian hama dengan menggunakan bahan kimia beracun. Bahan kimia beracun ini digunakan untuk mengendalikan hama disebut Insektisida. Penggunaan insektisida dalam pengendalian hama memiliki banyak keuntungan, seperti efektif dan cepat menurunkan populasi hama, mudah penggunaannya dan relatif murah biayanya. Akan tetapi, jika penggunaannya tidak bijaksana, maka dampak nagatif dari penggunaan insektisida baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan lambat laun akan dirasakan. Dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, keracunan bagi manusia, munculnya resistensi hama, terjadinya resurgasi hama, terbunuhnya musuh alami hama dan meledaknya hama sekunder.secara garis besar insektisida dapat digolongkan atas dasar : formulasinya, cara kerjanya dan susunan kimianya.6. Pengendalian Hama TerpaduPengendalian Hama Terpadu Adalah Usaha Untuk Mengendalikan Populasi Hama Agar Tetap Berada Di Bawah Ambang Ekonomi Dengan Memadukan Berbagai Cara Atau Metode Pengendalian Yang Cocok Sehingga Secara Ekonomi Menguntungkan, Secara Ekologis Tidak Mencemari Lingkungan Dan Secara Sosiologis Dapat Diterapkan. Penyusun : Ahmad Nor Editor : Hj. Nurul Hidayah, SP