Loading...

Cara Kendalikan Lalat Buah Dengan Tanaman Selasih

Cara Kendalikan Lalat Buah Dengan Tanaman Selasih
PENGENALAN TANAMAN SELASIH Selasih merupakan tanaman tahunan dan termasuk tanaman semak. Tanaman selasih dapat berkembang biak secara generatif dan vegetatif, menyukai tempat-tempat teduh dan lembap, dapat tumbuh baik di pinggir jalan, tegalan, atau pekarangan pada ketinggian tempat antara 1-1.100 m dari permukaan laut. Di Indonesia hampir semua orang mengenal tanaman selasih, dengan karakteristik, sebagai berikut: Batang: berkayu, berbentuk segi empat, banyak bercabang di bagian atas, berwarna hijau tua atau hijau keunguan, dan tinggi antara 30 – 120 cm. Daun: tunggal, berbentuk bulat sampai memanjang, permukaan daun berbulu, ujung meruncing, dan letaknya berhadap-hadapan. Bunga: majemuk, berbentuk malai yang panjangnya 5 – 30 cm, bertangkai pendek, ke kuar dari percabangan, dan berwarna hijau atau ungu. Biji: berbentuk bulat telur dengan diameter 1 mm, keras, dan berwarna hitam. Berdasarkan taksonominya tanaman selasih banyak jenisnya. Ada beberapa jenis yang dikenal, antara lain: Ocimum basilicum, O. sanctum (daun ungu), O. minimum, dan O. tenuiforum. KANDUNGAN METHYL EUGENOL Tanaman selasih hampir semua dapat digunakan sebagai pestisida, karena selasih terutama bunga dan daunnya mengandung senyawa kimia, antara lain methyl eugenol (ME). Struktur ME ini berperan sebagai atraktan (pemikat) bagi hama lalat buah (Bactrocera spp.) jantan, karena menyerupai aroma hormon seksual yang dikeluarkan lalat buah betina. Beberapa jenis selasih yang mengandung ME cukup tinggi, adalah O. sanctum, O. minimum, dan O. tenuiflorum, yang dapat dijadikan sebagai atraktan. Biasanya antara pukul 08.00–11.00 pagi pucuk dan bakal bunga selasih akan dikerubuti hampir mencapai ratusan lalat buah. Kandungan ME dan rendemen minyak atrisi dalam daun dan bunga setiap jenis selasih berbeda-beda, dimana jenis O.sanctum mengandung ME sekitar 64 % (daun) dan 71 % (bunga) dengan rendemen minyak dari daun sekitar 0,18–0,45%, jenis O. minimum mengandung ME sekitar 68% (daun) dan 72% (bunga) dengan rendemen minyak dari daun berkisar 0,15–0,42 %, dan jenis O. tenuiflorum mengandung ME sekitar 56 % (daun) dan 61 % (bunga) dengan rendemen berkisar 0,07–0,23%. TANAMAN SELASIH SEBAGAI ATRAKTAN HAMA LALAT BUAH Minyak selasih yang mengandung bahan aktif senyawa metyl eugenol mempunyai prospek yang dapat digunakan sebagai pemikat lalat buah jantan (atraktan) dengan memanfaatkan tanamannya, baik lansung atau disuling terlebih dahulu. Tanaman selasih dapat mengeluarkan bau Pemanfaatan Langsung Tanaman Apabila petani tidak mempunyai alat penyulingan, maka daun selasih dapat langsung digunakan, yaitu: Daun selasih dibungkus (10 – 20 helai) dengan kain strimin, kemudian dihancurkan dengan meremas-remas lalu dimasukkan ke dalam perangkap lalat buah. Tanaman selasih digoyang-goyang, sehingga ME akan menguap dan lalat buah akan berdatangan ke tanaman selasih, kemudian ditangkap dengan menggunakan jaring dan dimusnahkan. Pemanfaatan Minyak Hasil Sulinganan Minyak selasih hasil sulingan yang mengandung ME diteteskan pada kapas kira-kira 0,1-0,2 cc dan dimasukkan ke dalam perangkap lalat buah. Untuk mematikan lalat buah, maka kapas juga ditetesi sedikit insektisida. Perangkap yang berisi atraktan yang sudah dicampur dengan insektisida akan menarik lalat buah untuk masuk ke dalam perangkap, karena adanya aroma atraktan dan adanya Insektisida menyebabkan lalat buah mati. Perangkap yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang ringan dan mudah didapat, seperti plastik. Perangkap yang telah berisi umpan minyak selasih dipasang pada pohon dengan ketinggian 2-3 meter dari permukaan tanah atau dengan ketinggian tajuk terendah dari tanaman (tergantung tanamannya). Perangkap dipasang sebanyak 40 buah dalam 1 hektare. Pembuatan Minyak Selasih Pemanenan daun dilakukan dengan cara dipangkas di atas pangkal tanaman, agar daun dapat tumbuh lagi untuk panen kedua dan ketiga. Kebutuhan bahan baku untuk 1 kali proses penyulingan sebanyak ±5 kg atau tergantung besarnya ketel. Untuk mendapatkan minyak selasih secara sederhana dilakukan dengan penyulingan. Sedangkan untuk mendapatkan kualitas minyak suling yang baik, maka peralatan penyulingan (ketel/dandang) terbuat dari bahan stainlees steel. Proses penyulingan dapat dilakukan dengan cara yaitu: bahan baku (daun atau bunga) dipanen dan dikering anginkan selama 1–2 hari, kemudian disuling untuk mendapatkan minyak selasih. Lalat buah (Bactocera spp.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura (cabai, tomat, mangga, jeruk, belimbing, jambu, pisang, nangka). Bebera spesies lalat buah yang ada di Indonesia adalah Bactrocera papayae, B. cucurbitae, B. umrosus, dan B. albistrigata. Hama lalat buah ini banyak menimbulkan kerugian baik secara kuantitas maupun kualitas dan dapat meyebabkan kerusakan sampai 90%. Pengendalian lalat buah menggunakan perangkap dengan atraktan minyak selasih akan berhasil apabila perangkap dipasang terus menerus dan dalam kawasan pertanaman yang luas. Oleh : Bagus Suwondo, SP PPL BPP Kec. Dukuhseti - Pati