Loading...

CARA MEMBEDAKAN DAGING SAPI DENGAN DAGING KERBAU

CARA MEMBEDAKAN DAGING SAPI DENGAN DAGING KERBAU
Untuk membuat daging dalam kondisi dingin sehingga mengurangi pertumbuhan mikroba dan memperpanjang masa simpan, hendaknya kotak pengangkut dibuat dari bahan styrofoam dan dalam pengangkuatan selalu ada es batu dalam kantung plastik di dalam kotak pengangkut. Kian bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang bagi keluarga mengakibatkan permintaan akan bahan pangan khususnya hasil produksi sapi dan kerbau seperti daging semakin meningkat pula. Sebagaimana kita ketahui, bahan pangan hasil ternak seperti daging, susu dan telur merupakan sumber protein hewani. Bahan pangan hewani mengandung zat gizi esensial yang lengkap.Untuk mendapatkan daging yang kita inginkan, selain memperhatikan kualitasnya kita juga harus mengetahui/memahami tempat penjualannya sehingga kita betul-betul mendapatkan daging yang diinginkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas daging, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Pada waktu hewan hidup, faktor penentu kualitas dagingnya adalah cara pemeliharaan, yang meliputi pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan keterbebasan kontaminasi sesudah hewan dipotong.Tempat penjualan daging pada kios-kios di pasar-pasar resmi atau tempat yang ditentukan oleh pemerintah daerah, harus memenuhi persyaratan, sebagai berikut : 1) Terpisah dari tempat penjualan komoditi lain; 2) Bangunannya permanen yang selalu dalam keadaan bersih, dengan lantai kedap air, ventilasi cukup, dinding tembok yang permukaannya licin dan berwarna terang atau yang terbuat dari porselin putih, dibangun sedemikian rupa sehingga dapat mencegah masuknya lalat atau serangga lainnya, serta penerangan yang cukup; 3) Tersedia air bersih yang cukup untuk keperluan pembersihan tempat penjualan dan tempat pencucian tangan.Adapun tempat penjualan daging beku dan daging dingin yang dijual di toko daging atau di pasar swalayan harus ditempatkan di dalam : Kotak pamer (show case) berpendingin dengan suhu yang sesuai dengan suhu yang diperlukan daging. Untuk daging segar dingin (chill) suhu - 1°C sampai 0 °C untuk daging beku (frozen) suhu – 18 ° C sampai – 20 °C yang dilengkapi dengan penerangan yang memadai dan tidak mengubah warna asli daging. Sedangkan daging yang dijual dengan menjajakannya keliling dari rumah ke rumah harus ditempatkan di dalam wadah yang memenuhi persyaratan, sebagai berikut : 1) Mempunyai tutup; 2) Sedapat-dapatnya berwarna putih; 3) Bagian dalamnya dilapisi dengan bahan yang tidak berkarat; 4) Untuk membuat daging dalam kondisi dingin sehingga mengurangi pertumbuhan mikroba dan memperpanjang masa simpan, hendaknya kotak pengangkut dibuat dari bahan styrofoam dan dalam pengangkutan selalu ada es batu dalam kantung plastik di dalam kotak pengangkut.Selain harus terpenuhinya berbagai syarat standar agar daging yang dijual benar-benar terjaga kualitasnya, sebagai pembeli kita juga harus jeli dan bisa membedakan antara jenis daging yang satu dengan yang lainnya. Misalnya saja antara daging sapi dengan daging kerbau. Adapun cara membedakan daging sapi dengan daging kerbau seperti berikut.Cara membedakan daging sapi dengan daging kerbau. Daging sapi ada 2 (dua) jenis yaitu daging anak sapi/sapi muda dan daging sapi dewasa. Daging anak sapi/sapi muda, mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut : 1) Pada umumnya agak pucat, kelabu putih sampai merah pucat dan menjadi tua; 2) Terdiri dari serabut-serabut halus; 3) Konsisten agak lembek; 4) Bau dan rasa berbeda dengan daging sapi dewasa. Adapun daging sapi dewasa, mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut : 1) Daging merah pucat; 2) Berserabut halus dengan sedikit lemak; 3) Konsisten liat; 4) Bau dan rasa aromatis. Sedangkan ciri-ciri daging kerbau, adalah : 1) Pada umumnya liat, karena biasanya disembelih pada umur tua; 3) Serabut otot kasar dan lemaknya putih; 3) Rasanya hampir sama dengan daging sapi (Inang Sariati) Sumber : 1) Panduan Pelaksanaan Kegiatan Kesehatan Hewan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan Tahun 2005.2) https://www.google.co.id/search?q=CARA+MEMBEDAKAN+DAGING+SAPI+DENGAN+DAGING+KERBAU