Potensi bio-gas. Bio-gas adalah gas yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik. Namun yang umum disebut dengan bio-gas adalah gas methan (CH 4), yang mudah terbakar dan terbang ke udara karena sangat ringan. Biogas tidak berwarna dan juga tidak berbau. Selain memanfaatkan sebagai pupuk organik baik cair maupun padat,beberapa petani telah memanfaatkan bio-gas sebagai sumber energi sehari-hari, terutama untuk keperluan memasak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain limbah ternak sapi, maka limbah ternak kambing, babi dan ayam juga mampu menghasilkan biogas dengan baik, terlebih kotoran babi. Sebuah keluarga tani dengan dua orang anak dan seorang istri, jika memelihara dua ekor sapi, sudah sangat membantu dalam penyediaan energi untuk kebutuhan sehari-hari. Proses pembuatan relatif mudah dilakukan, namun perlu keterlitian agar tabung penyimpanan gas maupun dalam digester tidak bocor. Karena kebocoran sekecil apapun akan menggagalkan produksi biogas yang dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga. Sebelum kotoran ternak dimasukkan ke dalam digester, harus diencerkan dengan air terlebih dahulu, dengan perbandingan antara kotoran ternak dan air adalah satu berbanding satu dan diaduk secara merata dalam bak pengaduk. Proses pembentukan bio gas akan berlangsung dalam tabung atau bak digester. Bak digester menggunakan tabung plastik yang kini dijual oleh sebuah perusahaan swasta, dengan harga antara 3 - 5 juta rupiah. Jika terjadi pembentukan biogas maka tabung plastik; akan mengembung dan gas dapat dialirkan ke tabung penyimpan (reservoir) yang ditempatkan dekat dan sebelum kompor biogas.Jika produksi gas terus bertambah, maka tekanan akan meningkat dan tabung akan mengembung baik tabung digester maupun tabung penyimpan dan gas dapat dimanfaatkan untuk memasak melalui kompos gas. Apabila gas terus terbentuk dan tidak dimanfaatkan maka kelebihan gas akan keluar melaui tabung pembuangan sehingga tekanan dalam tabung digester maupun penyimpan akan berkurang dan atas pada level maksimum kekuatan tabung plastik, sehingga tabung tidak akan pecah atau bocor.. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : BPTP Bali Sumber Gambar : www.i-sis.org.uk