Corynebacterium merupakan salah satu agensia hayati yang biasa digunakan para petani untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti Hawar Daun Bakteri (HDB) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kresek akibat terinfeksi bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzae juga akibat serangan bakteri Pyricularia grisea atau penyakit Blas. Teknik perbanyakan agensia Corynebacterium menggunakan Ekstrak Kentang Gula (EKG). Alat perbanyakan Corynebacterium :1. Derigen besar 1 buah2. Botol air mineral bekas 3 buah3. Airator aquarium 1 buah4. Selang aquarium ± 3 meter5. Penghubung selang ( L selang aquarium) 6 buah6. Glasswoll 1 bungkus7. Panci8. Kompor9. Penyaring ( bisa gunakan penyaring santan)10. Pisau11. Talenan12. Baskom Bahan-bahan untuk perbanyakan Corynebacterium :1. Starter Corynebacterium 1 tabung/ 1 liter2. Kentang 6 kg3. Gula pasir 225 gram4. Air mineral 1 galaon ( 19 liter)5. Kalium permanganat ( Pk) 1 botol Pembuatan larutan EKG ( Ekstrak Kentang Gula) : 1. Kupas kentang kemudin di cuci lalu potong dadu kecil pad baskom/wadah berisi air bersih biasa.2. Saring kentang kemudian siapkan panci lalu rebus kentang bersama air mineral hingga rasanya hambar kurang lebih 1- 2 jam3. Setelah di rasa cukup, saring kentang kemudian air hasil penyaringan ini lah yang disebut EKG dan yang akan kita gunakan sebagai media perbanyakan Corynebacterium.Tambahakan gula pasir pada larutan EKG, aduk merata.4. Biarkan dingin perlahan dan di tutup tidak terlalu rapat untuk mencegah kontaminasi. Selagi menunggu dingin larutan tersebut, saatnya kita siapkan rangkaian derigen untuk inkubasi EKG dengan starter Corynebacterium. Rangkaian Derigen Inkubasi Corynebacterium Keterangan:• Botol berisi pk cukup diisi 1/3 bagian saja lalu tambahakan pk sepucuk sendo teh, PK berfungsi sebagai filter pertama udara dari airator agar tidak terjadi kontaminasi.• Botol berisi Glasswoll berguna menyaring agar udara dari botol PK tidak ikut mencemari EKG• Botol berisi air kontrol di cukup diisi 1/3 bagian, berguna untuk mencegah bau yang menyengat yang muncul dari proses inkubasi ini. Setelah larutan EKG dingin ± 12 jam dan rangkaian derigen inkubasi selesai, masukan larutan EKG dan bibit starter Corynebacterium. Jaga agar sirkulasi udara dari airator lancar dan tidak bocor. Proses inkubasi membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Manfaat Corynebacterium, yaitu : 1. Mencegah dan mengobati penyakit Hawar Daun Bakteri (Kresek), Bakteri Daun Bergaris, Bacterial Red Stripe (BRS), Blas dan Cercospora pada tanaman padi.2. Mencegah dan mengobati penyakit layu (Fusarium) pada tanaman tomat dan cabai.3. Mencegah dan mengobati penyakit Agar Gada (Plasmodiophora brassicae) pada tanaman kubis. Cara Aplikasi Corynebacterium :1. Untuk perendaman benih dengan dosis 5 - 10 cc/liter air, dengan cara benih direndam selama ± 15 menit.2. Aplikasi kepertanaman pada umur 14, 28, 40, 60 dan 70 hari setelah tanam3. Usahakan penyemprotan dilakukan pada sore hari, mulai pukul 4 sore, dikarenakan untuk meminimalisir kerusakan pada bakteri.4. Jangan dicampur dengan bahan/pestisida kimia saat melakukan penyemprotan. Penulis : Arieza Novita, SP (PPL BPP Sidorejo, Kab. Magetan)