Loading...

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI SABUT KELAPA

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI SABUT KELAPA
Pupuk organik cair dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam. Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk membuat pupuk organik cair adalah sabut kelapa. Sabut kelapa merupakan limbah pohon kelapa yaitu bagian terluar buah kelapa yang membungkus tempurung kelapa. Pada umumnya limbah ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Padahal limbah ini dapat diolah menjadi produk kerajinan, bahan bakar, dan bahan pupuk organik cair serta lainnya. Pada sabut kelapa terdapat kandungan hara alami, terutama unsur kaliumnya (K) dengan persentasenya cukup tinggi mencapai 10% lebih. Tidak hanya kalium, masih ada unsur lain seperti Magnesim (Mg), Kalsium (Ca), fosfor (P) dan sejumlah unsur mikro lainnya di dalam sabut kelapa, juga mengandung nitrogen walaupun kadarnya lebih rendah. Alat Wadah bisa menggunakan ember/ tong bekas/ jerigen Parang/ golok 2. Bahan Sabut kelapa 1 Kg (kering) Gula merah 100 gram EM4 100 mL Air 100 liter 3. Cara membuat pupuk organik cair dari rendeman sabut kelapa Potong-potong sabut kelapa hingga menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian masukkan ke dalam wadah yang disediakan. Campurkan gula merah dengan 10 liter air. Tambahkan EM4 pada larutan gula merah tersebut. Larutan tersebut dituangkan ke dalam wadah yang berisi potongan sabut kelapa dan tutup rapat wadah tersebut. Bukalah tutup wadah selama beberapa detik untuk membuang gas yang dihasilkan oleh campuran tersebut. Biarkan selama 2 minggu dan simpanlah pada tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung. 4. Pengaplikasian pupuk organik cair dari rendeman sabut kelapa Pupuk ini dapat diberikan pada akar dan daun tumbuhan. Cara aplikasi pada akar yaitu dengan mencampurkan 1 bagian POC dengan 3 bagian air. Siramkan pada tanaman dengan dosis 250 ml per tanaman. Penyiraman dilakukan setiap satu minggu sekali. Sedangkan pengaplikasian pada daun yaitu dengan mencampurkan 1 bagian POC dengan 5 bagian air. Semprotkan pada daun serta batang tanaman setiap satu minggu sekali. Pemberian pupuk organik cair harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diaplikasikan pada tanaman. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC melalui daun memberikan hasil yang lebih baik daripada pemberian melalui tanah. Semakin tinggi dan semakin seringnya frekuensi pemberian pupuk organik cair pada tanaman maka unsur hara yang terkandung semakin tinggi. Pemberian dosis berlebihan tidak dianjurkan, karena akan mengakibatkan kelayuan pada tanaman. Sumber : https://pupuklahan.blogspot.com, https://Ilmubudaya.com Penulis : Kasmawati, S,Pt (Penyuluh Pertanian Pertama Pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah)