Penemuan teknologi masa kini semakin marak. Berbagai macam peralatan elektronik tersebar di seluruh penjuru dunia. Hal-hal yang pada zaman dahulu dikatakan sebuah mimpi, sekarang menjadi sebuah realita. Penerapan teknologi-teknologi modern di semua sektor kehidupan, memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi manusia dalam menjalankan aktifitasnya. Karena memang tujuan utama adanya penemuan-penemuan teknologi yaitu untuk membantu manusia dan memberikan kemudahan dalam melakukan aktifitasnya, sehingga setiap aktivitas bisa lebih efektif dan efisien.Begitu pula pada sektor pertanian. Dimana sekarang sudah banyak teknologi-teknologi pertanian yang sudah diterapkan oleh beberapa negara maju, dari mulai alat-alat pertanian, varietas-varietas unggul bibit pertanian, hingga budidaya pertanian dengan cara modern. Terbukti, dengan adanya teknologi pertanian dapat meningkatakan produktifitas pangan suatu negara. Penerapan teknologi pertanian dalam bentuk paket-paket teknologi. Paket-paket teknologi yang telah dihasilkan selanjutnya dikomunikasikan dan disebarluaskan ke pengguna seperti petani, penyuluh pertanian dan para pengambil keputusan serta pemangku kepentingan lainnya. Paket teknologi tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dilapangan sesuai anjuran dengan tetap berorientasi pada produktivitas, pendapatan, kesempatan kerja dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Peran Kelompoktani. Kelompoktani dibentuk untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi anggotanya yang tidak bisa diatasi secara individu. Secara filosofis, kelompok tani dibentuk untuk memecahkan permasalahan sehingga bisa berproduksi secara optimal dan efisien. Sebab dengan pertanian terkonsolidasi dalam kelompok tani, pengadaan sarana produksi dan penjualan hasil bisa dilakukan secara bersama. Dengan demikian, volume sarana produksi yang dibeli dan volume hasil yang dijual menjadi lebih besar sehingga biaya pangadaan per satuan sarana dan pemasaran per satuan hasil menjadi lebih rendah. Rasionalisasi usahatani yang mengejar efisiensi dan nilai tambah ini akan mereduksi petani tradisional. Kelompok tani merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani.Peran Teknologi bagi Kelompoktani. Pada umumnya pengaruh penggunaan teknologi baru terhadap peningkatan produktivitas tidak diragukan lagi, misalnya produktivitas meningkat dengan pesatnya adopsi benih unggul. Berbagai teknologi pertanian seperti: pengaturan waktu tanam, pergiliran jenis tanaman dan varietas, tata air, pengendalian organisme pengganggun tanaman (OPT), konservasi tanah dan air, dan sebagainya hanya efektif diterapkan jika dilakukan bersama-sama oleh anggota kelompok tani. Sebab, jika hanya dilakukan oleh petani secara individu, tanpa ada konsolidasi dengan petani lain, tidak akan memberikan hasil yang diharapkan.Langkah – langkah fasilitasi: 1. Penyuluh pertanian bersama-sama dengan pengurus kelompok dan anggota kelompoktani merumuskan rencana kegiatan kelompok yang dibinanya dan disusun dalam bentuk rencana kegiatan kelompok.2. Berdasarkan rencana kegiatan kelompok, penyuluh mengidentifikasi teknologi yang dibutuhkan oleh petani diwilayah kerjanya. Hasil identifikasi tersebut disusun dalam daftar kebutuhan teknologi petani wilayah binaan. 3. Setelah diperoleh daftar teknologi yang dibuthkan oleh petani maka penyuluh melaksanakan pertemuan kelompok untuk menyampaikan teknologi-teknologi yang mungkin diperlukan oleh petani binaannya. Dalam pertemuan tersebut penyuluh menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keunggulan teknologi tersebu bila diterapkan dilahan usaha petani. Selanjutnya penyuluh meminta kepada anggota kelompok apakah teknologi-teknologi tersebut mereka perlukan saat ini atau untuk saat yang akan datang.4. Dari pertemuan dengan kelompok tani penyuluh merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan keperluan petani dalam pengembangan usaha taninya.5. Setelah melakukan pertemuan dengan kelompok tani dan adanya ususlan-usulan yang diperlukan oleh petani maka penyuluh mencari dan mengumpulkan informasi tentang teknologi tersebut dengan cara menghubungi sumber-sumber teknologi seperti Badan Litbang Pertanian atau sumber lainnya yang dipercaya seperti melalui website, cyber extention, Dina Pertanian atau Dinas terkait lainnya.6. Setelah penyuluh memperoleh teknologi yang dibutuhkan petani, penyuluh mengolah dan mempelajarinya untuk selanjutnya disampaikan kepada petani dalam bentuk materi informasi atau disampaikan kepada petani melalui pertemuan-pertemuan kelompok atau melalui kursus tani. 7. Untuk menyakinkan petani, penyuluh dapat juga melaksanakan kegiatan- kegiatan : a. Kegiatan kaji terap/ kaji tindak. Kegiatan ini merupakan metode penyuluhan pertania yang diterapkan oleh penyuluh pertanian untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usaha tani yang direkomendasikan. Tujuannya adalah untuk menyakinkan kesesuaian paket teknologi usaha tani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi ekosistem petani diwilayah dimana kaji terap dilaksanakan, serta mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan. Materi kaji terap adalah hasil penelitian/teknologi baru dan penemuan/pengalaman petani yang diperkirakan akan sesuai jika diterapkan pada daerah tersebut. Untuk pelaksanaannya dapat dilaksanakan di lahan petani atau lahan BPP.b. Kegiatan demplot. Kegiatan ini juga untuk meyakinkan anggota kelompok agar mau menerapkan sesuatu teknologi baru. Diseminasi teknologi pertanian kepada petani memang akan lebih efisien jika dilakukan pada kelompok tani, karena dapat menjangkau petani yang lebih banyak dalam satuan waktu tertentu. Karena kelompok tani dianggap sebagai organisasi yang efektif untuk memberdayakan petani, meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani dengan bantuan fasilitasi pemerintah melalui program dari berbagai kebijakan pembangunan pertanian. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM)Sumber : 1. Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Departemen Pertanian, 1985 dan berbagai sumber lainnya. Penerapan Teknologi Pertanian: Langkah Konkret Peningkaan Produktifitas Pangan Nasional2. Sholihin, Dzaki.2013. Penerapan Teknologi Pertanian Langkah Konkret Peningkatan Produktivitas Pangan Nasional. (http://www.kompasiana.com, diakses 2015)