Masyarakat Indonesia memang sudah sangat akrab dengan makanan yang satu ini, singkong. Singkong atau yang sering disebut dengan ubi kayu sering diklaim sebagai makanan kedua setelah nasi sebagai makanan yang kaya akan kandungan karbohidrat. Cara menanam singkong memanglah tidak terlalu sulit, asalkan ada lahan disitu singkong bisa tumbuhSelama ini, untuk memenuhi sumber karbohidrat, Indonesia semakin tergantung pada beras dan gandum. Padahal nenek moyang dahulu hidup dari umbi-umbian lokal seperti keladi, talas, kimpul, ganyong, garut, uwi dan gembili. Namun saat ini, umbi-umbian yang beraneka ragam tersebut nyaris tidak ada, hanya ubi kayu dan ubi jalar yang masih dapat kita jumpai. Saat ini kedua jenis umbi-umbian tersebut mendominasi pasar umbi-umbian dan pemanfaatannya pun cukup luas. Upaya peningkatan pemanfaatan umbi-umbian diharapkan agar kita tidak tergantung lagi pada biji-bijian impor, terutama beras dan gandum. Mengkonsumsi tanaman lokal seperti ubi kayu sangat bermanfaat karena lebih murah, mudah diperoleh mudah hidup dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Saking mudahnya hidup, kayu singkong kita letakkan ditanah saja bisa tumbuh tunas-tunas baru. Memang asal tancap kayu singkong saja bisa tumbuh tanaman ubi kayu tersebut. Namun tetap saja pertumbuhan ubi kayu tersebut kurang maksimal, cara menanam ubi kayu yang benar akan membuat pertumbuhan ubi kayu tersebut lebih optimal. Ubi kayu (singkong) atau dalam bahasa latin disebut Manihot esculenta terdiri dari 100 species. Namun yang paling komersial dan sering dimanfaatkan oleh manusia adalah Manihot esculenta Crantz atau ubi kayu. Mengetahui cara membudidayakan tanaman ubi kayu sangatlah penting mulai dari iklim, pengolahan tanah, sampai panen.Curah Hujan : Ubi kayu memerlukan curah hujan 150-200 mm pada umur 1-3 bulan, 250-300 mm pada umur 4-7 bulan, dan 100-150 mm pada fase menjelang dan saat panen. Berdasarkan karakteristik iklim di Indonesia dan kebutuhan air tersebut, ubi kayu dapat dikembangkan di hamper semua kawasan, baik di daerah beriklim kering maupun hujan. Penyiapan bibit: Untuk budidaya ubi kayu sangatlah penting, kriteria bibit untuk dapat mengoptimalkan produksi ubi kayu antara lain, tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, harga, tempat, dan kontinuitas. Dalam pembibitan, dari satu batang ubi kayu hanya diperoleh 10-20 stek, sehingga luas areal pembibitan minimal 20% dari luas areal yang akan ditanami ubi kayu. Cara lain pembibitan dilakukan dengan rapid multiplication atau penangkaran bibit secara cepat menggunakan stek pendek dengan dua-tiga mata tunas. Keuntungan cara ini adalah jumlah bibit yang dapat dihasilkan dari satu batang ubi kayu 100-200 kali lebih banyak dibanding dengan pembibitan secara tradisional. Perbedaan posisi stek ditanah dan bagian stek yang tertanam dilapisan olah dapat mempengaruhi hasil ubi kayu, stek yang ditanam dengan posisi tegak pada kedalaman sekitar 15 cm memberikan hasil tertinggi, dapat memacu pertumbuhan akar dan menyebar merata dilapisan olah tanah, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Bibit singkong adalah dengan batangnya, batang yang baik untuk bibit adalah batang yang berdiameter sekitar 2-3 cm. Potonglah batang yang akan dijadikan bibit dengan panjang berkisar antara 15 – 22 cm dengan menggunakan sabit steril, jangan memotong menggunakan gergaji.Pengolahan tanah dan penanaman : Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, menekan pertumbuhan gulma dan menerapkan konservasi tanah untuk memperkecil peluang terjadinya erosi. Tanah yang baik untuk budidaya ubikayu memilki struktur remah atau gembur yang dapat bertahan sejak awal pertumbuhan sampai panen. Gemburkan lahan yang akan ditanami terlebih dahulu dengan cara mencangkulnya dan biarkan tanahnya tetap disana (dibuat gudukan). Campurkan tanah humus/pupuk kandang secukupnya. Boleh dicampur sedikit sampah organik seperti dedaunan agar nantinya dapat menjadi kompos. Setelah tanah digemburkan, tancapkan batang/bibit tersebut ke tanah yang telah digemburkan, siram air bila perlu. Ingat, penanamannya tidak boleh terbalik mata tunasnya, mata tunasnya harus menghadap keatas. Tanam dengan jarak 100 cm x 100 cm. Ini adalah cara menanam ubi kayu yang baik.Perawatan: Tanaman ubi kayu memang cukup mudah, cukup bersihkan tanaman hama yang tumbuh dan mengganggu disekelilingnya. Lakukan penyiraman dengan teratur dan berikan pupuk yang cukup. Pemupukan bisa dilakukan 2 kali yaitu pada umur empat hari dengan pupuk NPK sebanyak 200 kg/ha, pemupukan yang kedua adalah setelah berumur 3 bulan dengan NPK dengan jumlag 300 kg/ha. Hama pada tanaman ubi kayu adalah tungau merah, namun hanya menimbulkan kerusakan yang relatif rendah. Penyakit utama pada ubi kayu adalah bakteri layu dan hawar daun. Varietas Adira-4, Malang-6, UJ-3 dan UJ-5 tahan terhadap kedua penyakit tersebut. Pengendalian hama dan penyakit tidak diperlukan asalkan menggunakan varietas unggul tersebutPemanenan: Ubi kayu berada pada akarnya. Pemanenan dilakukan setelah sekitar pohon ubi kayu berumur 8 – 10 bulan. Untuk konsumsi bisa memanennya sekitar 8 – 9 bulan tetapi untuk industri diambil tepungnya sebaiknya pemanenen sekitar umur 10 bulan. Cara memanennya adalah dengan memangkas batangnya terlebih dahulu dengan menyisakan 15 cm untuk pegangan mencabutnya. Anda dapat menggali dengan linggis dan tangan, hindari mengguanakan cangkul karena dapat melukai kulit singkong.Penyusun : SundariSumber : Ubi Kayu & Ubi Jalar. Nur Richana (BB Pasca Panen). 2009