Loading...

CARA MENANAM UBI KAYU YANG BAIK DAN BENAR

CARA MENANAM UBI KAYU YANG BAIK DAN BENAR
Langkah dan cara menanam ubi kayu yang baik dan benar :1. Persiapan LahanLahan yang baik untuk menanam ubi kayu adalah tanah yang memiliki struktur gembur, remah, tidak terlalu poros, dan memiliki banyak bahan organik. Dengan tanah yang berstruktur remah, memiliki tata udara yang lebih baik dan sangat tersedia unsur hara dan mudah untuk diolah. Dengan jenis tanah aluvial latosol, podsolik merah kuning, grumusol, mediteran dan andosol, sangat cocok untuk menanam ubi kayu. Untuk menanam ubi kayu, derajat keasaman (pH) tanah yang cocok yakni sekitar 4,5-8,0 dengan pH ideal berkisar 5,8. Tanah di Indonesia rata-rata memiliki pH yang rendah (asam), yakni 4,0-5,5, sehingga tanah di Indonesia dikatakan cukup seimbang untuk kesuburan tanaman ubi kayu. 2. Pembukaan dan pembersihan lahanPembukaan lahan merupakan tahap untuk membersihkan lahan dari segala gangguan baik gulma maupun rumput atau akar tanaman sebelumnya. Tahap ini dilakukan untuk memudahkan perakaran tanaman yang berkembang dan membasmi tumbuhan inang untuk hama dan penyakit yang kemungkinan akan datang. 3. PembedenganUntuk menanam ubi kayu, diperlukan bedengan di lahan yang sudah sekitar 70% selesai dari tahap penyelesaian. Bedengan ini dibuat untuk memudahkan dalam menanam yang sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Selain itu, bedengan ini juga berfungsi untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, misalnya pembersihan dari tanaman liar. 4. PengapuranTahap pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH tanah, terutama dilakukan pada lahan yang memiliki sifat asam atau tanah yang gambut. Untuk pengapuran, jenis kapur yang cocok untuk digunakan yaitu Kalsit/Kaptan (CaCO3). Pengapuran ini lebih baik dilakukan pada saat pembajakan maupun saat pembedengan kasar, yang bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. 5. Persiapan BibitBibit yang digunakan lebih baik bibit yang memiliki varietas yang unggul dan memiliki potensi hasil yang tinggi. Selain itu, dapat juga menggunakan ubi kayu yang berasal dari tanaman induk dengan umur 10-12 bulan dan cukup tua, serta ubi kayu tersebut harus memiliki pertumbuhan yang normal dan sehat. batang ubi kayu yang akan ditanam telah berkayu dan memiliki diameter kurang lebih 2,5 cm dan lurus, serta belum tumbuh tunas yang baru. Teknik Penanaman? Penanaman ubi kayu harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan yang kering, waktu menanam yang paling baik yaitu awal musim hujan ataupun setelah musim penanaman padi. Jarak tanam yang biasa digunakan untuk pola monokulturan yakni sekitar 80 cm x 120 cm.? Sebelum bibit ubi kayu ditanam, disarankan untuk bibit tersebut direndam dengan menggunakan pupuk hayati SOT HCS yang dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu, ubi kayu dapat ditanam di lahan. Dengan merendamnya, akan bermanfaat untuk pertumbuhan dari bibit.? Cara penanaman ubi kayu dilakukan dengan membuat ujung bawah batangnya lebih runcing, kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih 1/3 bagian batang dapat tertimbun tanah. Tetapi apabila tanah tersebut keras atau berat dan lembab, batang ubi kayu ditanamkan saja. Bibit ubi kayu ditancapkan pada tanah. Bagian yang ditancapkan adalah bagian yang telah diruncingkan terlebih dahulu. Setelah beberapa hari, bibit ubi kayu yang telah ditanam akan tumbuh dengan daun-daun kecilnya sebagai tanaman ubi kayu yang baru yang akan terus meninggi. 6. PenyulamanPenyulaman dilakukan dengan cara mencabut dan mengganti ataupun menyulam kembali. Penyulaman ini dapat dilakukan saat pagi atau sore hari, ataupun saat cuaca tidak terlalu panas.7. PenyianganPenyiangan ini memiliki tujuan untuk membuang rumput ataupun tanaman pengganggu disekitar tanaman ubi kayu. Pada satu satu musim, penyiangan dapat dilakukan minimal 2 kali. Tanaman harus terhindar dan bebas dari segala tanaman pengganggu selama beberapa periode yakni antara 5-10 minggu HST (Hari Setelah Tanam). Apabila tanaman pengganggu tersebut tidak dapat dikendalikan selama periode tersebut, produktivitas ubi kayu dapat turun hingga 75% jika dibandingkan dengan keadaan tanpa gangguan tanaman liar.8. PenimbunanTahap ini dilakukan dengan menggemburkan tanah yang berada di sekitar tanaman dan setelah itu tanah dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan ini dilakukan secara bersamaan dengan penyiangan.9. PemangkasanTanaman ubi kayu yang tumbuh tinggi perlu dipangkas agar terbentuk cabang-cabang baru dan dapat digunakan sebagai bibit yang baru.Pemangkasan tunas ini perlu dilakukan, karena setiap pohon ubi kayu harus mempunyai 2-3 cabang. Dengan melakukan tahap ini dapat membantu batang pohon agar dapat digunakan sebagai bibit kembali dimusim tanam mendatang.10. PemupukanPupuk yang cocok untuk tanaman ubi kayu yakni dengan pupuk kandang yang sudah diolah dengan POLA HCS. Apabila pupuk kandang dari ternak yang belum menggunakan SOC HCS, maka pupuk yang dibutuhkan per hektar sebanyak 2 ton. Tetapi apabila kotoran tersebut berasal dari ternak yang sudah menggunakan SOC HCS, pupuk yang dibutuhkan hanya 8 kwintal per hektar.11. PengairanSaat awal ditanam hingga berumur 4-5 bulan HST, tanaman ubi kayu dalam keadaan lembab dan tidak terlalu becek. Untuk tanah yang kering, tanaman ubi kayu sangat memerlukan pengairan. Saat musim kering atau kemarau, pengairan dapat dilakukan dengan menyiram secara langsung dengan sistem genangan agar air dapat meresap ke dalam tanah.12. PanenPanen ubi kayu dengan hasil yang memuaskan. Ubi kayu yang siap panen yaitu ubi yang telah berumur 6-8 bulan untuk ubi kayu varietas Genjah, dan umur 9-12 bulan untuk ubi varietas dalam. Memanen ubi dapat dilakukan dengan cara mencabut batangnya, dan jika terdapat ubi kayu yang tertinggal dapat diambil menggunakan cangkul.Mudah bukan, cara menanam ubi kayu dengan baik dan benar? Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, tanaman ubi kayu dapat tumbuh dengan baik dan akan menghasilkan ubi kayu yang bagus pula. Selamat mencoba. Sumber : https://bibitbunga.com/cara-menanam-ubi-kayu-yang-baik-dan-benar/ Oleh : Eko Haryono, A.Md