Tanah sebagai medium tumbuh bagi tanaman sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar serta sebagai sumber hara bagi tanaman. Tanah sebagai salah satu factor produksi yang ditentukan oleh tiga sifat utama yaitu Fisik,Kimia dan Biologi yang bekerja secara individual maupun interaksi.Bila salah satu sifat ini jelek,maka fungsi produksi tanah akan berkurang,atau bahkan dapat menjadi marginal.Jadi factor tanah dalam mendukung produksi tanaman dapat dikemukakan sebagai berikut : Pt = F ( Fisik,Kimia ,Biologi ) Namun tingkat pertumbuhan dan produktivitas tanaman tidak melulu ditentukan oleh factor tanah melainkan juga ditentukan oleh factor-faktor lain yaitu : tTanaman itu sendiri,Iklim dan pengelolaan oleh manusia.Dengan demikian pertumbuhan dan produktivitas tanam dapat dikemukakan sebagai berikut : P = F ( Tanah,Tanaman,Iklim dan Pengelolaan ) Seperti halnya masalah lahan asem-aseman pada persawahan padi merupakan salah satu akibat pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan kaidah-kaidah konservasi lahan secara benar.Praktek penanaman padi pada lahan sawah secara terus-menerus sepanjang tahun ( IP : 300 ) hal ini bias memungkinkan ketersediaan airnya cukup tanpa adanya pengembalian bahan organik pada lahan tersebut.Pola tanam seperti ini mengakibatkan tanah tergenang secara terus-menerus tanpa adanya pengeringan secara teratur hal ini memicu terjadinya tanah asem-aseman.Penerapan pemupukan oleh oleh kebanyakan petani belum dilaksanakan secara berimbang,dimana jenis pupuk Urea dan SP-36 dengan dosis berlebihan dan terus menerus.Kondisi ini mengakibatkan terjadinya pengurasan unsure hara lain dari tanah seperti Kalium (K),Sulpur (S) dan hara mikro seperti Zn,Cu menjadi kurang tersedia sehingga menurunkan produktifitas dan kualitas gabah. Gejala –gejala yang nampak pada tanaman padi dilahan asem-aseman adalah sebagai berikut : Pertumbuhan tanaman apnormal (kerdil ). Daun mengalami klorosis. Biasanya muncul pada musim kemarau I ( MK I ) bulan Pebruari s/d bulan Mei. Seranganya spot-spot ( tidak merata ). Bila dipupuk Urea seranganya makin parah. Sebagai penyebab terjadinya lahan asem-aseman yang berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan produktifitas padi antara lain: Drainase lahan jelek atau lahan selalu tergenang. Pada lahan yang berdrainase jelek dan tergenang merupakan salah satu kekahatan kadar Sulfat tanah,karena pada penggenangan terutama pada lahan yang sulit dikeringka akan menyebabkan terjadinya Reduksi (pengambilan) Sulfat menjadi Sulfida.Gas H2S merupakan racun sehingga dapat meracuni akar tanaman.Dengan adeanya kandungan H2S dalam larutan tanah akan menghambat transportasi unsure Zn(seng) dalam jaringan tanaman. Bahan Organik Rendah. Praktek penanaman padi secara terus-menerus pada lahan sawah sepanjang tahun (IP : 300 ) dengan tanpa memperhatikan pengembalian bahan Organik kelahan usahatani hal ini dapat mengakibatkan terjadinya degradasi lahan sawah baik dari segi :Fisik,Kimia dan Bio;ogis.Dengan pemberian bahan organik kelahan merupakan salah satu upaya mensetabilkan PH tanah,hal ini bias terjadi karena dapat melibatkan mikro Organisme tanah.Pada permukaan tanah banyak mengandung bahan organic mampu memberikan ketersediaan unsure Zn,yang merupakan hara mikro penting dalam mengaktifkan pembentukan hormone Auksin (hormone pertumbuhan). Unsur Hara Makro Rendah. Rendahnya unsur hara makro disebabkan oleh adanya praktek pemupukan yang tidak berimbang.Umumnya sebagian besar petani menggunakan pupuk Urea dan SP-36 secara terus- menerus ; tidak berdasarkan hasil Analisis tanah.Kondisi ini akan memperparah kekahatan unsure hara lain yang ada didalam tanah seperti :Kalium (K),Sulfur (S) dan unsure mikro Zn,Cu.Salah satu Contoh apabila konsentrasi Fospat(P) dalam tanah meningkat akibat pemupukan SP-36 yang berlebihan dan terus- menerus akan memacu kekahatan Zn yang berakibat sulitnya terbentuk hormone Auksin(pertumbuhan). Kekurangan Zn dan SO Unsur hara Zn (seng) merupakan bagian penting dalam pengaktifan kegiatan enzim dalam pembentukan hormone Auksin (pertumbuhan)Perlu diketahui bahwa kelarutan Zn2+ sangat tergantung PH dan dapat menurun 100 kali untuk setiap satuan kenaikan PH.Pada PH rendah,ion Zn berada pada komlek pertukaran tanah dan jika nilai PH tinggi,aras Zn dalam larutan sangat rendah sehingga hanya sedikit yang tertahan pada kompleks pertukaran Dalam kaitan tersebut maka sangat dimungkinkan untuk meningkatkan kelarutan Zn dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa (NH4)2SO4(pupukZA).Sehingga pada komplek-komplek netral sangat mobil dalam tanah.Hal ini merupakan jawaban mengapa pemakaian pupuk sulfat sering kali dapat meningkatkan unsure Zn Dipupuk Urea serangan Asem-aseman makin parah. Dengan tindakan pemupukan N (Urea)kandungan Zn akan berkurang,oleh karena terjadi pembentukan senyawa kompleks Zn-protein yang imobil sehingga banyak Zn tertahan dalam tanah. Oleh karena itu pemupukan N (Urea) pada tanah kekurangan Zn menyebabkan tanaman mengalami kahat Zn yang hebat;serangan Asem-aseman makin parah. TEKNOLOGI MENGATASI ASEM-ASEMAN Cara BPTP: Pemupukan N diperlambat Sumber N menggunakan pupuk ZA. Pencelupan akar dalam larutan 2 % Zn SO4 ( 20 Gr/ Lt air ). Pemupukan berimbang dengan penambahan pupuk ZnSO4 bersamaan pupuk dasar, 8 Kg ZnSO4/Ha.Pemupukan P dan K sesuai anjuran/hasil analisis tanah. Perbaikan drainase. Penggunaan Varietas toleran (Membramo,Sintanur,Kalimas ). Cara Petani : Menunda Waktu tanam. Pemberian abu dapur. Pemberian garam dapur. Perbaikan Drainase. Oleh : Immatur Roqi’in, S.TP (PPL KECAMATAN BABAT) Sumber : UPT. Proteksi Hama dan Penyakit Provinsi Jawa Timur