CARA MENGATASI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG DI KELURAHAN AUR GADING KECAMATAN SAROLANGUN
Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang banyak dibudidayakan hingga sekarang, terutama di Kecamatan Sarolangun di Kelurahan Aur Gading, selain tanahnya yang subur permintaan pasar akan stok jagung cukup tinggi mengingat olahan jagung sangatlah banyak dan beragam. Hal ini mendorong para petani untuk membudidayakan jagung di lahan mereka.Tanaman jagung memang bisa hidup disepanjang tahun, namun demikian tanaman jagug sebenarnya hanya cocok ditanam di peralihan musim hujan ke kemarau (Pancaroba) dimana hasilnya bisa lebih optimal dibanding jika kita menanam jagung dimusim penghujan. Untuk perawatan tanaman jagung sendiri juga sagatlah mudah jika dibanding dengan tanaman yang lain. Hal ini juga membuat biaya tanam jagung menjadi lebih hemat.Meski budidaya jagung cukup mudah dan menjanjikan, namun bukan berarti tanaman jagung bebas akan hama dan penyakit. Berbagai macam hama dan penyakit tanaman jagung bisa mengancam keberhasilan budidaya jagung apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu kita harus mengetahui bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit tanaman jagung agar hasilnya bisa maksil.Budidaya taman jagung di Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun sering terserang hama pengganggu tanaman jagung sebagai berikut: Hama Ulat DaunUlat daun biasanya menyerang bagian daun muda. Biasanya terjadi pada tanaman jagung yang usianya masih muda (kurang dari 1 bulan). Ulat ini bisa menyerang pada pagi, siang, sore atau malam. Untuk mengatasi serangan ulat daun petani di Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun megunakan insektisida translaminar berbahan aktif metomil atau kontak berbahan aktif sipermetrin disemprotkan menggunakan pelekat pada sore hari (dibawah pukul 4 sore). Hama Pengerek BatangPenggerek batang bentuknya sangat mirip dengan ulat. Ukurannya sangat kecil biasanya menyerang batang muda tanaman dengan cara melubanginya dan masuk kedalam batang lalu memakan bagian dalam batang sehingga batang menjadi keropos dan mudah busuk atau patah. Adapu cara mengatasi serangan hama penggerek batang maka saat tanaman jagung sudah mencapai tinggi 20 cm di lakukan penyemprotan insektisida sistemik berbahan akatif imadikolplorid secara rutin (7-10 hari sekali). Hama Ulat Tongkol JagungUlat ini menyerang bagian tonggol jagung dam memakan bagian biji yang masih muda dan empuk. Akibatnya tonggol yang berlubang bisa menjadi busuk dan menyebakan biji-biji jagung muda pada tonggol tersebut ikut membusuk. Cara mencegah ulat tonggol ini ialah dengan insektisida sistemik setiap 8-10 hari sekali.Untuk mengatasi serangan diatas ambag wajar, maka gunakan insektisida translaminar berbahan aktif metomil lalu disemprotkan pada bagian tongkol. (NOSA TRIANA, SP / NIP. 19880224 201503 2 007)