PENDAHULUAN Hama dan penyakit salah satu masalah usahatani padi. Menyebabkan tanaman tidak berproduksi sesuai potensinya. Masalah hama-penyakit komplek karena iklim ekstrim, biotipe atau ras, penggunaan pestisida salah, dan teknik budidaya tidak sesuai rekomendasi. Blas merupakan penyakit penting tanaman padi karena mengakibatkan kehilangan hasil hingga 50 %. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae. Penularan melalui spora cendawan. Infeksi dpt terjadi dari pembibitan hingga panen. Salah satu strategi pengendalian penyakit ini ialah dengan menanam varietas tanaman. GEJALA PENYAKIT Berupa becak atau luka dengan bentuk memanjang dan runcing pada kedua ujungnya (seperti kumparan) pada daun, buku, malai serta biji. GEJALA PENYAKIT a. Gejala awal berupa bercak berbentuk bintil kecil warna hijau gelap, abu-abu atau agak kebiru-biruan. Bercak berkembang, tepi berwarna coklat dan bagian tengah berwarna putih keabuanb. Panjang bercak mencapai 1 – 5 cm, lebar 0.3 – 0.5 cmc. Bercak dpt terjadi pd daun, ruas batang, leher malai, cabang malai dan kulit gabah. d. Busuk leher menyebabkan bulir padi menjadi hampa PENYAKIT BLAS : 1. Blas daun: pada stadium vegetatif menginfeksi daun 2. Blas daun: pada stadium vegetatif menginfeksi daun Blas leher: pada stadium generatif menginfeksi leher malai Tangkai malai busuk Faktor yang mempengaruhi Timbulnya Blas : a. N tinggi b. Air kurang c. Suhu 25-28oC d. Kelembaban 90% ( udara berawan, sering hujan dan gerimis )e. Kerusakan yang parah akibat penyakit ini banyak dijumpai pada padi gogo CARA PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS : 1. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi2. Penanaman varietas tahan3. Perbaikan cara bercocok tanam - Pembenaman jerami sakit sebagai kompos - Pengaturan jarak tanam - Pemakaian pupuk secara berimbang - Perbaikan sistem irigasi - Penyiangan 4. Perlakuan benih dengan fungisida pestisida nabati dan kimiawi ( Cozene 70/10 WP. Dan Potensida ) 5. Penyemprotan tanaman dengan fungisida nabati dan kimiawi ( fenosida 255 EC ) PENGENDALIAN DENGAN PESTISIDA KIMIAWI . 1. Dengan Fenosida / Potensida 2. Bibit muda - Makin muda bibit, tanaman tumbuh lebih baik- Memiliki perakaran sempurna- Daya adaptasinya tinggi- Tanaman tumbuh optimal- Dapat mempertahankan diri dari gangguan hama-penyakit 3. Jumlah bibit/lubang ( lebih sedikit lebih tahan )- Makin sedikit jumlah bibit/lubang, makin baik- Mengurangi kompetisi bahan makanan- Merangsang terbentuknya anakan 4. Disemprot dengan Topsida PENGENDALIAN DENGAN PESTISIDA NABATI Cara mudah membuat Fungisida nabati-Kali ini saya akan berbagi macam cara bahan bahan yang dapat dibuat fungisida nabati atau alamai. disini saya akan berbagi 5 jenis fungisida nabati alami yang mudah dan murah.sebelum kita bahas kita bahasa dulu apa itu fungisida.fungisisa menurut wikipedia Fungisida adalah pestisida yang secara spesifik membunuh atau menghambat cendawan penyebab penyakit. Fungisida dapat berbentuk cair (paling banyak digunakan), gas, butiran, dan serbuk. Fungisida dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu : fungisida selektif (fungisida sulfur, tembaga,quinon, heterosiklik) Fungisida non selektif (fungisida hidrokarbon aromatik, anti-oomycota, oxathiin, organofosfat, fungisida yang menghambat sintesis sterol, serta fungisida sistemik lainnya)Fungisida selektif membunuh jamur tertentu namun tidak menyakiti jamur lainnya. Fungisida juga dapat dikategorikan sebagai fungisida kontak, translaminar, dan sistemik. Fungisida kontak hanya bekerja di bagian yang tersemprot. Fungisida translaminar mengalir dari bagian yang disemprot (daun dan bagian atas tanaman) ke bagian yang tidak disemprot (ke bawah). Fungisida sistemik diserap oleh tumbuhan dan didistribusikan melalui sistem pembuluh tanaman. penulis : Sudarto, SP