Loading...

Cara Mengendalikan Penyakit Karat pada Tanaman Kacang Tanah

Cara Mengendalikan Penyakit Karat pada Tanaman Kacang Tanah
Kacang tanah (Arachis hypogea L.) dikenal sebagai salah satu bahan baku olahan makanan yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Kacang tanah merupakan salah satu sumber protein nabati yang cukup tinggi. Komoditas ini dapat dikonsumsi segar maupun sebagai bahan baku industri makanan. Selain bijinya, brangkasan tanaman kacang taha juga dapat dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak. Artinya, tanaman kacang tanah memiliki banyak fungsi. Dalam proses poduksi kacang tanah dipengaruhi oleh adanya serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit utama kacang tanah adalah penyakit karat. Pada tulisan ini akan diuraikan apa itu penyakit karat serta kerugian yang dapat ditimbulkan, penyebab dan gejala serangan, dan bagaimana cara mengendalikannya. 1. Penyebab, Gejala Serangan dan Kerugian yang dapat Ditimbulkan Penyakit karat pada tanaman kacang tanah disebabkan oleh cendawan Puccinia arachidis. Cendawan ini termasuk ke dalam ordo Uredinales, kelas Basidiomycetes. Gejala serangan umumnya ditandai adanya pustul berwarna coklat seperti karat besi yang terdapat pada permukaan bawah daun. Jika pustul pecah terdapat sejumlah uredospora yang menyerupai tepung. Uredospora akan berkecambah dan membentuk uredospora lagi. Disamping pada daun, gejala karat juga dapat timbul di seluruh bagian tanaman di atas permukaan tanah kecuali bunga, daun-daun yang terserang karat tetap menempel, tidak gugur lebih awal. Berkembangnya penyakit karat sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan curah hujan. Akibat serangan penyakit ini, dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup signifikan terutama bila serangannya bersama-sama dengan penyakit bercak daun cercospora. Jika serangan terjadi sebelum atau di awal fase generatif tanaman, dapat menyebabkan pengurangan pengisian polong. 2. Cara Mengendalikan Untuk mengendalikan penyakit karat pada tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan cara berikut: a. Tanam varietas tahan Penggunaan varietas merupakan langkah awal dalam mengendalikan penyakit karat. Beberapa varietas unggul baru kacang tanah yang memiliki ketahanan terhadap penykit karat adalah varietas TAKAR-1 dan TAKAR-2. Varietas TAKAR-1 memiliki potensi hasil mencapai 4,3 ton per hektar dengan rata-rata hasil yang dapat dicapai 3 ton per hektar. Selain itu varietas TAKAR-1 memiliki keunggulan memiliki berupa tahan penyakit karat, layu bakteri dan adaptif pada lahan masam, serta tahan kutu kebul. Sedangkan Varietas TAKAR-2 memiliki potensi hasil 3,8 ton per hektar dengan hasil rata-rata 3 ton per hektar. Keunggulan lainnya adalah ketahanannya terhadap penyakit karat, layu bakteri dan adaptif lahan masam. 2. Jaga kebersihan lingkungan pertanaman dan lakukan pergiliran tanaman Kebersihan lingkungan pertanaman sangat membantu dalam menghambat penyebaran spora P. arachidis penyebab penyakit karat. Prinsipnya, kebersihan lingkungan pertanaman dapat mengurangi kelembaban dan mengantisipasi tumbuhnya gulma sebagai inang alternatif. Pergiliran atau rotasi tanaman bertujuan untuk mengurangi inokulum awal serta memutus siklus hidup P. arachidis. Sebelum menanam kacang tanah, dianjurkan menanam tanaman budidaya bukan dari keluarga leguminosae. 3. Kendalikan dengan menggunakan agens hayati Untuk menjaga keseimbangan ekosistem, pengendalian dianjurkan dengan menggunakan agens hayati berupa aplikasi mikroorganisme antagonis. Aplikasi agens hayati ditujukan untuk meminimalkan jumlah inokulum awal dan mengurangi perkembangan penyakit. Keunggulan dari cara pengendalian tersebut adalah tidak mencemari lingkungan dan dengan satu kali aplikasi efek residunya dapat bertahan sampai beberapa kali musim tanam. Beberapa cendawan dapat mengeluarkan enzim yang dimanfaatkan untuk pengendalian penyakit karat, misalnya Myrothecium verrucaria, Acremonium obclavatum dan Verticillium lecanii. Agens hayati ini dapat menghambat perkecambahan dan perkembangan uredospore. Untuk menunjang keberhasilan agens hayati pada pertanaman kacang tanah, sebaiknya aplikasi dilakukan pada sore hari dan setelah aplikasi perlu dilakukan pengairan agar lingkungan lembab. Karena untuk keberhasilan aplikasi agens hayati ini membutuhkan lingkungan yang lembab. Sumber : Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi. 2013. Penyakit Karat pada Kacang Tanah dan Cara Pengendaliannya. Sinar Tani edisi 5-11 Juni 2013 No. 3510 Tahun XLIII. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com