Untuk menghasilkan benih jagung yang bermutu, maka salah satu aspek budidaya tanaman yang perlu mendapat perhatian adalah pemilihan varietas dan penggunaan benih sumber. Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi jagung. Varietas unggul yang dimaksud selain mempunyai hasil yang tinggi juga stabil terhadap kondisi lingkungan. Dalam menentukan varietas yang akan ditangkarkan perlu disesuaikan juga dengan pola tanam dan ketersediaan air. Pada suatu pola tanam tertentu, diperlukan varietas-varietas berumur genjah dan pada pola tanam lainnya tidak membedakan antara varietas yang berumur genjah atau dalam, tetapi lebih berorientasi pada tingginya produktivitas dan kualitas. Pada daerah-daerah yang ketersediaan airnya terbatas lebih cocok apabila menggunakan varietas yang berumur genjah, karena pada keadaan ini tanaman hanya mempergunakan sisa air yang ada (tanpa pengairan). Sehingga apabila menggunakan varietas yang berumur panjang dikhawatirkan akan kehabisan air pada waktu pengisian biji. Periode kritis tanaman jagung adalah pada masa perkecambahan, waktu berbunga dan periode pengisian biji. Untuk daerah-daerah yang ketersediaan airnya cukup, pemilihan varietas dapat lebih leluasa. Selain terhadap potensi hasil dan kualitas, orientasi kegunaan juga merupakan dasar pertimbangan pemilihan varietas. Untuk keperluan konsumsi (pangan), segi rasa perlu mendapatkan perhatian. Apabila kegunaan jagung diarahkan sebagai bahan pakan ternak, segi potensi hasil menjadi perhatian utama. Tahan hama penyakit, tahan rebah, tahan disimpan dan kecocokan terhadap suatu jenis tanah merupakan sifat-sifat yang perlu diperhitungkan juga, baik pada kondisi lahan yang ketersediaan airnya terbatas atau cukup air. Kelebihan dari varietas umur genjah adalah menghemat waktu karena dapat segera dipanen, sehingga menyelamatkan dari resiko kegagalan panen akibat kekeringan. Oleh karena itu, varietas umur genjah sebaiknya ditanam pada lahan-lahan yang ketersediaan airnya terbatas atau masa tanamnya singkat. Pada umumnya umur tanaman jagung disebut genjah kalau kurang dari 90 hari. Sesudah memilih varietas yang akan ditanam, langkah selanjutnya adalah memilih benih sumber. Kebutuhan benih per hektar bervariasi, tergantung varietas dan jarak tanam yang digunakan, tetapi kisarannya 20-25 kg. Dalam melakukan pemilihan benih sumber, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Secara fisik benih harus sehat. Untuk memperoleh hasil yang baik dan menghemat penggunaan benih, maka benih yang akan ditanam harus sehat dan mempunyai Daya Tumbuh (DT) yang tinggi. Benih yang sehat kelihatan mengkilap, halus, bernas dan berwarna cerah; bagian pucuknya penuh berisi menunjukkan masak penuh; bersih dari kulit biji, karena adanya kulit biji menunjukkan adanya benih terkelupas terutama di bagian embryonya. Kulit biji yang terkelupas akan memudahkan terjadinya infeksi; 2. Benih harus sudah diberi perlakuan (seed treatment). Pemberian insektisida dan fungsida akan melindungi benih dari hama gudang. Pemberian perlakuan terhadap benih harus hati-hati dan menurut petunjuk dari pembuat pestisida. Jika pemberian pestisida terlalu tinggi ada kemungkinan pestisidanya malah menjadi racun (phytotoxin). Untuk menghindari terserangnya benih oleh hama dan penyakit ketika benih akan ditanam, sebaiknya benih dicampur terlebih dahulu dengan insektisida dan fungsida; 3. Benih harus mempunyai bentuk dan ukuran yang uniform. Bila faktor-faktor lain sama, maka biji yang besar akan tumbuh lebih cepat dan menghasilkan tanaman muda yang akan masak 1-5 hari lebih cepat dari tanaman yang bersel dari biji kecil. Biji yang bulat atau pipih akan menghasilkan pertanaman yang sama asal keduanya sama-sama sehat; 4. Penyimpanan benih yang baik Penyimpanan dalam ruangan hangat dan lembab akan menyebabkan benih menjadi lemah dalam beberapa minggu saja. Penyimpanan dalam ruangan kering dan dingin akan membuat benih tetap kuat dan sehat dalam waktu yang lebih lama, bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Demikian informasi tentang pemilihan varietas dan penggunaan benih sumber untuk menghasilkan benih jagung yang bermutu. Semoga bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Tata cara Produksi Benih Jagung (Bersari Bebas) Tahun 2014, Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. 2) Pedoman Teknis GP-PTT Jagung 2015, Direktorat Serealia. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.