Loading...

Cara Mengukur pH Tanah

Cara Mengukur pH Tanah
Latar BelakangDalam usaha budidaya tanaman tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara dimana akar tanaman memperoleh nutrisi atau makanan. Syarat utama media tanam yang baik adalah mengandung unsur hara yang cukup yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal. Faktor penting lainnya adalah kadar keasaman tanah atau pH tanah pH (Potential Hydrogen) adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu benda/larutan yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai nilai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH atara 7 hingga 14 sedangkan netral mempunyai nilai pH 7. Di bidang pertanian tanah yang ideal adalah pH mendekati 7 sehingga unsur hara dan senyawa yang penting dapat diserap oleh tanaman. Jika pH tanah terlalu asam yaitu dibawah nilai 7 maka perlu diperbaiki dengan menambahkan kapur (CaCO3) pada tanah tersebut sehingga pH nya mendekati netral. Caranya pada awal musim kemarau kita gemburkan tanah menggunakan cangkul, taburkan kapur giling atau kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Campur kapur tersebut dengan tanah yang akan kita netralkan dengan dosis ½ kg tiap m2, biarkan selama kurang lebih 1 bulan (pengapuran diusahakan agar tidak terkena hujan). Setelah 1 bulan atau lebih, kita ukur kembali pH tanah tersebut hingga mendapat pH 7. Setelah kita dapatkan pH 7 biarkan 2 minggu , kalau akan di tanami kita harus menyiramnya paling tidak 5 kali apabila akan kita lakukan pemupukan untuk dilakukan penanaman(sebaiknya menggunakan pupuk kandang). Jika tanah bersifat basa caranya sama dengan jenis tahah yang Asam, tetapi tidak menggunakan kapur, melainkan menggunakan belerang dan lakukan cara yang sama apa bila akan dilakukan pemupukan. Penggunaan pH meter dapat lebih komplek lagi untuk pengukuran pH tepung, pH Urine, maupun pH Karbon aktif dan lain-lain. Jika pemakaian sudah mencapai beberapa lama misalnya 3 tahun, maka pengukuran pH terkadang bisa menjadi tidak akurat lagi, untuk itu diperlukan proses kalibrasi. pH meter dapat dikalibrasi menggunakan larutan standar misalnya Solusi pH7, pH10 atau pH14. Pada saat pertama kali Anda terima alat ini maka kondisi pH meter adalah telah siap untuk digunakan pengukuran. Hal ini dikarenakan telah dikalibrasi oleh pihak pabrik dengan hasil kalibrasi dilampirkan dalam kotak dus. Faktor yang mempengaruhi pH tanah rendah :1. Tercucinya unsur hara pada tanah akibat curah hujan yang tinggi2. Adanya unsur Alumunium (Al), Tembaga (Cu), dan Besi (Fe) yang berlebihan3. Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tergenangnya air secara terus menerus dan dalam waktu yang lama4. Terjadinya dekomposisi bahan organik yang berakibat keluarnya kalsium dari dalam tanah5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan terutama pupuk nitrogen6. Tanah kekurangan unsur Magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) Ada 4 cara mengukur pH tanah :1. Dengan Indikator TanamanContohnya : Senggani atau Keduduk atau harendong Jika suatu lahan banyak ditumbuhi tanaman tersebut maka tanah pada lahan tersebut memiliki kadar pH yang rendah atau masam 2. Dengan Menggunakan Kunyit Caranya :a. Sediakan kunyit seukuran jempolb. Potong kunyit tersebut menjadi 2 bagian c. Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda, yaitu 4 titik pada ujung lahan, dan 1 titik di tengah-tengah lahand. Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan basahi dengan air secukupnya kemudian diaduk hingga tercampur ratae. Satu bagian kunyit dimasukkan ke dalam adonan tanah tersebut dan biarkan selama 30 menit kemudian angkatf. Selanjutnya bandingkan warna kunyit dengan potongan kunyit yang tidak dimasukkan ke wadah berisi adonan tanah Jika warna kunyit menjadi pudar maka tanah tersebut dapat dipastikan masam ( pH rendah), jika warna kunyit tetap berarti pH anah tersebut netral dan jika warna kunyit berubah menjadi biru berarti tanah tersebut ber pH tinggi (basa) 3. Dengan Menggunakan Kertas Lakmus Caranya : a. Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda yaitu 4 titik pada ujung lahan, dan 1 titik di tengah-tengah lahan b. Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air perbandingan 1:1, kemudian diaduk hingga tercampur ratac. Biarkan selama kurang lebih 15-20 menit sehingga tanah mengendap(air dan tanah terpisah)d. Celupkan ujung kertas lakmus pada air selama 1 menit dan jangan sampai menyentuh tanahe. Segera angkat jika warna kertas lakmus sudah stabilf. Cocokkan warna kertas lakmus tersebut dengan bagan warna g. Lihat warna tersebut pada skala berapa, apakal 0, 1, atau 7 4. Dengan Menggunakan pH Meter pH Meter TanahCaranya : dengan menusukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik lahan dan satu titik ditengah-tengah lahan. Hasil yang diperoleh pada skala pH akan menunjukkan angka yang sudah dirata-ratakan. Mengatasi tanah masam 1. Pengapuran (Pemberian dolomit/kapur Pertanian) Untuk menaikkan satu tingkat skala pH membutuhkan 2 ton dolomit (kapur pertanian) per hektar. Contoh : pH Tanah Dosis (Ton/Ha) 6 2 4 6 Pengukuran pH tanah dan pemberian dolomit (kapur pertanian) atau pengapuran sebaiknya dilakukan saat pengolahan lahan, sehingga ketika benih atau bibit ditanam pH tanah sudah benar-benar stabil.2. Pemberian Bahan Organik Misalnya : Kotoran hewan,,pupuk hijau3. Pemberian Pupuk Phospat Misalnya : TSP, SP-364. Pengaturan Sistem Tanam Misalnya : Pemberaan, Tumpanggilir, Tumpangsari5. Pemberian Mikroorganisme Pengurai Penulis : Nani Kursani, S.P., Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan PangandaranSumber : http://sharetips dan cara.blogspot.com/2016/09/cara-sederhana-mudah-mengetahui-ph-tanah.html