Menanam bengkoang dengan produksi tinggi tentu dipengaruhi oleh benih yang berkualitas. Benih dengan kualitas unggul dapat memberikan hasil maksimal dan sebaliknya benih yang kurang baik akan memberikan hasil yang kurang baik pula. Untuk mendapatkan benih bengkoang dapat dilakukan dengan cara: Dari tanaman yang ada. Caranya pilih beberapa tanaman yang terlihat sehat, kemudian biarkan tanaman tersebut tumbuh berbunga sampai mengeluarkan polong. Sedangkan tanaman lainnya tetap dipangkas bunganya, karena tanaman bengkoang yang bunganya tidak di pangkas tidak akan menghasilkan umbi. Biarkan polong yang tumbuh hingga tua yang ditandai dengan polong yang mulai menguning atau mulai menghitam, setelah itu polong siap dipanen sebagai benih. Pengupasan polong dapat dilakukan dengan menjemur dan ditutup dengan jaring agar biji tidak menyebar kemana-mana, sortir biji bengkoang, biji yang berkualitas ditandai dengan ciri-ciri berukuran besar dan berwarna coklat. Apabila benih akan disimpan, sebaiknya jangan dibuka kulit polongnya. Kalaupun dibuka dari kulitnya harus disimpan ditempat yang kering dan tertutup rapat. Dengan penyimpanan yang baik benih biasanya bertahan hingga 1 tahun. Dari hasil panen. Pilih beberapa umbi yang kualitasnya bagus, bisa dilihat dari ukuran dan bentuknya. Kemudian simpan umbi tersebut ditempat yang memiliki kelembaban cukup. Biarkan tumbuh tunas pada umbi tersebut. Setelah tunas tumbuh, seleksi tunas tersebut. Tunas yang paling baik adalah yang paling dekat dengan pusat umbi. Kemudian tanam bengkuang tersebut, dan biarkan bunganya tumbuh hingga menghasilkan polong. Setelah itu polong bisa dipanen sebagai benih. Cara kedua ini biasanya menghasilkan benih yang lebih baik dari cara pertama. Penulis : Christina S. Parissing, SP