vitamin c merupakan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh manusia untuk membantu proses metabolisme tubuh, dalam kehidupan sehari-hari sumber vitamin c utamanya berasal dari buah-buahan. salah satu buah yang kaya akan kandungan vitamin c adalah melon (cucumis melo l). budidaya melon tidak sulit untuk dilakukan walau sebenarnya melon bukan tanaman asli indonesia akan tetapi dengan kemajuan ilmu di bidang pemulian tanaman telah banyak jenis-jenis varietas melon hasil introduksi yang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik mulai dari dataran rendah, sedang hingga dataran tinggi. dalam sistem penanamannya para ahli mengklasifikasi melon dalam 2 tipe : tipe netted-melon dengan ciri: kulit buah keras, kasar berurat dan seperti jala dengan aroma harum, usia masak 75-90 hari, awet dan tahan lama disimpan. tipe winter-melon dengan ciri : kulit buah halus, mengkilat dan aroma tidak harum, usia masak buah tergolong lambat yaitu antara 90-120 hari dan buah tidak tahan disimpan lama, karena kekurangannya tipe melon ini biasanya hanya di gunakan sebagai tanaman hias. syarat tumbuh melon antara lain : sinar matahari penuh selama pertumbuhannya, tidak menghendaki curah hujan yang tinggi dan panjang karena akan menyebabkan gugurnya bakal buah, suhu udara antara 25-300 celcius, melon tidak dapat tumbuh bila suhu udara di bawah 180 celcius, kelembaban yang tinggi dapat merusak dan menghambat pertumbuhan melon juga tanaman mudah terserang penyakit. tekstur tanah yang baik yaitu tanah liat berpasir bayak mengandung humus dengan ph tanah berkisar antara 5,8-7,2, melon dapat tumbuh baik didaerah ketinggian antara 300-900 mdpl. teknis budidaya melon yang dilakukan adalah : persiapan benih, benih berasal dari tanaman yang sehat dengan kualitas hasil yang tinggi, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, resisten terhadap pemupukan. tahap penyemaian benih melon dilakukan dengan cara : benih direndam didalam air selama ± 2-4 jam, kemudian benih disemai didalam kantong plastik atau bak penyemaian yang telah diisi pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 5:1, benih disemai dalam posisi tegak dan ujung calon bakal akar menghadap kebawah. bibit melon yang sudah tumbuh di pindahkan lahan pada saat umur bibit 10-12 hari atau sudah berdaun antara 4-5 helai daun. saat dipersemaian 3-4 hari sebelum bibit dipindahkan ke lahan sebaiknya dilakukan penyemprotan pestisida berupa insektisida dikarzol 0,5 gr/liter dan fungisida previcur dosis 1,0 ml/liter. persiapan lahan/bedengan, pembajakan tanah dengan kedalaman 30 cm, selanjutnya di lakukan pembuatan bedengan dengan tinggi 30-50 cm lebar 100-110 cm menghadap ke arah timur barat, panjang bedengan disesuaikan (sebaiknya tidak lebih dari 15 meter), jarak antar bedengan 50-60 cm selain sebagai drainase juga mempermudah perawatan tanaman. pengapuran dan pemupukan dasar mengunakan pupuk organik, urea dan sp36 dilakukan pada bedengan yang telah selesai dibuat. pemasang mulsa plastik, setelah bedengan selesai, selanjutnya adalah pemasangan mulsa plastik hitam perak, bedengan di tutup mulsa selama ± 3-4 hari sebelum lubang tanam dibuat, tujuannya agar pupuk yang sudah diberikan berubah menjadi bentuk tersedia dan mudah diserap oleh tanaman. pembuatan lubang tanam pada mulsa plastik mengunakan kaleng bekas susu berdiameter 10 cm yang dipanaskan, jarak tanam melon disesuaikan dengan sistem pola tanam yang digunakan baik segi empat mau pun segi tiga. penanaman, penanaman bibit dilakukan setelah usia bibit berumur 3 minggu dengan memindahkan bibit secara perlahan ke lubang tanam yang disediakan, pemindahan bibit dilakukan pada pagi dan sore hari. pemasangan ajir, sebagai tempat rambatan batang dan sulur tanaman dilakukan dengan mengunakan bahan bambu atau kayu yang dapat menahan berat buah berkisar antara 2-3 kg, agar lebih kokoh ajir dibuat berbentuk segitiga menyilang atau pun persegi empat memanjang dengan menancapkan ajir secara rapat dan diikat mengunakan tali. pemeliharaan tanaman, dilakukan saat usia 2 minggu setelah bibit ditanam, penyiangan dilakukan dengan cara membuang gulma atau tumbuhan penganggu yang tumbuh disekitar tanaman. pemangkasan, pemangkasan tanaman dengan membuang cabang-cabang air yang tidak dibutuhkan selain cabang induk yang dijadikan tempat buah. pemupukan, dilakukan sebanyak 3 kali yaitu 20 hari setelah tanam, 40 hari dan 60 hari setelah tanam (saat proses pematangan buah) sebanyak : urea : pupuk susulan i sebanyak 300 kg/ha, susulan ii sebanyak 200 kg/ha dan susulan iii sebanyak 300 kg/ha sp36 : pupuk susulan i sebanyak 100 kg/ha, susulan ii sebanyak 200 kg/ha dan susulan iii sebanyak 250 kg/ha pupuk kcl : pupuk susulan ii sebanyak 150 kg/ha pemberantasan hama dan penyakit, dilakukan saat serangan hama dan penyakit sudah mencapai ambang batas ekonomi, pestisida yang digunakan disesuaikan dengan jenis serangan hama dan penyakit. panen, di tandai dengan : buah sudah mencapai ukuran normal, serat pada kulit buah berbentuk sangat nyata dan kasar, warna kulit hijau kekuningan, usia panen lebih kurang 3 bulan setelah tanam, waktu pemanenan sebaiknya pada pagi hari, cara panen yang biasa dilakukan adalah dengan memotong tangkai buah mengunakan gunting buah atau pisau dengan menyisakan tangkai ± 2 cm yang bertujuan memperpanjang masa simpan, tangkai berbentuk t yang maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun pasca panen, merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon di panen, kesalahan dalam pasca panen akan mempengaruhi kwalitas dan juga penampilan buah melon. penyimpanan buah melon yang sudah dipetik tidak boleh dilakukan secara bertumpuk dan buah yang masak tidak boleh disatukan dengan buah yang masih mengkal selain itu buah yang sudah busuk harus dijauhkan dari tempat penyimpanan. penulis oleh : husaini, sp penyuluh pertanian lapangan balai benyuluhan pertanian kecamatan lueng bata kota banda aceh