CARA MUDAH MEMBUAT PERANGKAP TIKUS SAWAH SEDERHANA
Hama Tikus (Rattus SP) adalah salah satu hama yang paling banyak menyerang tanaman padi. Hama ini boleh dikatakan harus diperlakukan secara khusus. Karena jika sudah menyerang tanaman akan menyebabkan kerugian dan produksi menjadi menurun. Usaha untuk melakukan pengendalian hama tikus ini sudah banyak sekali dilakukan, mulai dari pengendalian secara fisik, hayati, sanitasi, kulturtekik, mekanik dan kimia.Pengendalian hama tikus ini akan terlaksana dengan baik jika petani mempelajari konsep dasarnya dan menguasai berbagai cara pengendalian kedalam suatu program yang sesuai dengan jenis organism pengganggu dan ekosistem pertanian ditempat tersebut. Pengendalian tikus secara mekanik dapat memanfaatkan barang yang sederhana dan mudah didapat. Salah satu alat yang bisa di buat dan digunakan adalah dengan menggunakan bubu yang terbuat dari kain waring. Berikut adalah cara membuat alat tersebuta. Alat dan Bahan- Kain Waring ukuran 25 cm x 50 cm- Kawat besi ukuran 35 cm- Jarum jahit- Benangb. Cara MembuatAmbil kain waring dengan ukuran yang telah ditentukan, bentuklah kain tersebut seperti membuat sarung bantal guling, pastikan bagian ujungnya di bikin agak lancip dan mengerucut. Jahitlah antar sambungan sehingga terbentuk seperti sarung batal yang mengerucut. Pada ujung lainnya biarkan terbuka yang akan digunakan sebagai pintu masuk tikus. Bentuklah kawat besi menjadi lingkaran, namun sisakan masing-masing ujung besi tersebut memanjang sekitar 10- 15 cm, sehingga tersisa seperti bentuk kaki. Jahit dan anyam besi tersebut dibagian sisi kain yang terbuka.c. Cara MenggunakanDi pematang sawah biasanya banyak sekali lubang-lubang tikus. Dan biasanya lubang tikus itu tidak Cuma satu, mereka selalu membuat lubang alternative dan lubang emergency. Hal ini dilakukan agar mereka mudah melarikan diri. Perhatikan salah satu lubang yang sudah ditemukan. Jika sudah yakin itu adalah lubang tikus tancapkan perangkap tersebut kemudian tempelkan bagian lubang perangkap dengan lubang tikus ditanah. Biasanya lubang yang ditutup dengan perangkap lebih dari satu. Hal ini dilakukan karna tikus memiliki banyak lubang lainnya. Di bagian atas pematang biasanya terdapat lubang. Lakukan penyiraman secara kontinyu dan dalam jumlah yang banyak. Sehingga di dalam lubang tersebut menjadi banjir. Biasanya setelah terjadi banjir, secara naluri tikus didalam akan kaget dan mendadak keluar kelubang lainnya yang sudah kita pasang perangkap. Dengan demikian tikus akan terjebak dan dapat ditangkap dengan mudah. DARMA IRAWAN, S.ST Penyuluh Pertanian (BPP Jawai)