Loading...

CARA MUDAH MEMBUAT PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN TERNAK KAMBING

CARA MUDAH MEMBUAT PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN TERNAK KAMBING
CARA MUDAH MEMBUAT PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN TERNAK KAMBING Oleh: Hadi Sumpena, S.PPendahuluan Limbah merupakan bahan yang timbul setelah proses produksi selesai, yang umumnya dibuang. Limbah kandang dan tanaman dapat berbentuk padar, cair maupun gas. Demikian halnya limbah yang dihasilkan dari ternak kambing/domba berupa air kencing yang menyengat akan dapat menimbulkan polusi bau, kotoran mencemari lingkungan sekitarnya dan masih banyak masalah social yang ditimbulkan. Sebetulnya bila dimanfaatkan secara baik kotoran tersebut bukan merupakan polusi justru merupakan suatu penghasilan yang bisa menghasilkan kompos (pupuk organic) yang berkualitas bila diolah dengan teknologi pengolahan menggunakan decomposer (Biostarter) bahkan menghasilkan uang yang tidak sedikit nilainya.Pengolahan Limbah InthilPetani kita umumnya menggunakan pupuk kandang secara langsung, hal ini tanpa disadari pupuk tersebut masih banyak kelemahannya. Kelemahan tersebut antara lain terdapat bibit gulma, hama dan penyakit serta diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. Agar dihasilkan pupuk organic yang berkualitas baik dan hemat dalam pemakainya, pupuk kandang (inthil) perlu diolah atau dilakukan dekomposisi dalam kondisi tertentu yang dapat dilakukan secara biologis dengan menggunakan mikroba tertentu. Karakteristik inthil berbentuk butiran-butiran kecil, tingkat kadar air yang rendah merupakan factor yang penting dalam hal mudah dalam pengolahan dan kualitas kompos lebih baik dibanding dengan ternak yang lain, seperti sapi maupun kerbau.Prinsip Pembuatan KomposPrinsip pengomposan atau composting adalah proses merubah limbah organic menjadi pupuk organic secara biologis dibawah kondisi yang terkontrol. Tujuan pengomposan limbah ternak melalui kondisi yang terkontrol adalah untuk membuat keseimbangan porses pembusukan bahan organic dalam limbah, mengurangi bau ,membunuh biji-biji gulma dan organisme pathogen sehingga menjadi pupuk yang sesuai dengan lahan pertanian. Apabila kondisi tidak atau kurang terkontrol akan terjadi pembusukan sehingga timbul bau yang menyengat, timbul cacing dan insekta. Bahan-Bahan 1. Kotoran Hewan (jumlah tergantung persediaan)2. Arang Sekam/Serbuk Gergaji (20% dari kotoran)3. Kapur Dolomit4. EM45. Tetes Tebu6. Daun Kleresede (di ambil airnyaAlat-AlatCangkul, Terpal, Ember, Gembor Cara Pembuatan1. Pastikan tempat yang digunakan terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan. 2. Lakukan proses pencampuran bahan dengan membuat lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing kurang lebih setebal 20-30 cm dan taburkan dolomit, arang sekam /bekas gergajian secukupnya.3. Siapkan EM4 dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air dan tetes tebu serta air perasan dari daun kleresede kemudian disiramkan pada lapisan tersebut hingga kadar air mencapai 40%. Atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan dibuka.4. Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru dan lakukan dari arah sebaliknya.5. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.6. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu minggu terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan pemberian aerasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan.7. Perkirakan setelah 3-4 minggu pupuk organik sudah bisa dibongkar dan diangin anginkan supaya menghilangkan bau amoniak dan sudah dapat dipakai sebagai media tanam sayuran dalam polybag.Yang perlu diperhatikan dalam proses Fermentasi:1. Jaga Kelembaban2. Apabila sebelum satu minggu kondisi panas diatas 70 derajat lakukan pembalikan3. Apabila kondisi kering lakukan penyemprotan/ tambahkan air Tanda-tanda pupuk organic jadi:1. Sudah tidak berbau 2. Warna hitam kecoklat-coklatan 3. Remah /mawur 4. Tenggelam dalam air.Selamat mencoba…