Loading...

Cara Panen Kedele yang benar

Cara  Panen   Kedele yang benar
Pemungutan hasil sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tepat pada waktunya serta menggunakan car yang benar. Apabila polong sudah kelihatan tua, panen harus segera dilakukan. Panen yang terlambat akan merugikan karena banyak buah yang tua dan kering, sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. Disamping itu, buah akan gugur akibat tangkai mengering dan lepas dari cabangnya. Oleh karena itu, para petani harus mengetahui tanda-tanda kedelai siap di panen, misalnya warna daun menguning, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat panen mulai dari pemetikan, pengeringan, pemecahan kulit, penyimpanan biji untuk benih dan untuk konsumsi.A. Pemetikan. Ketika melakukan pemetikan yang harus diperhatikan yaitu waktu pemetikan dan cara pemetikannya. Panen sebaiknya dilakukan waktu hari tidak hujan dan matahari bersinar, hendaknya juga memperhatikan umur kedelai yang berkisar antara 75-105 hari, tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Pada umur tertentu sebagian polong kedelai cukup tua dan padat isinya. Mengingat kemasan buah tidak serempak, dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik. Sebagai bahan konsumsi, kedelai dapat dipetik pada usia 75 – 100 hari, sedangkan kedelai yang akan dijadikan benih pada masa tanam berikutnya dapat dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasan biji betul-betul sempurna dan merata. Cara panen kedelai yang lazim dilakukan ada dua cara, panen dengan cara mencabut dan panen dengan cara memotong. Panen dengan cara dicabut perlu diperhatikan keadaan tanahnya. Pada tanah ringan atau berpasir , proses pencabutan akan lebih mudah. Cara pencabutannya harus benar yaitu dengan memegang batang pokok, tangan dalam posisi tepat dibawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. Panen dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah, karena akar dengan bintil-bintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam, agar tidak menimbulkan goncangan sehingga bisa mencegah buah rontok dan panen bisa dilakukan dengan cepat.B. Pengeringan. Buah yang masih menempel pada batang diusahakan dijemur di tempat penjemuran. Bila cuaca baik, dalam waktu 3-7 hari, proses pengeringan ini sudah cukup baik, semua polong kedelai sudah keringsempurna dan merata. Agar kedelai kering sempurna, pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan biji banyak lepas dari polongnya. Agar biji-biji yang lepas tidak banyak yang hilang dan bercampur dengan tanah maupun kotoran, kedelai hendaknya dijemur di atas alas kepang (anyaman bambu). Penjemuran hendaknya dilakukan pada pagi hari, yaitu dari pukul 10.00 hingga pukul 12.00 siang, dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air mencapai 10-15%.C. Pemecahan Kulit. Memecah kulit kedelai dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Polong dapat dipecah secara alami karena sudah tua dan kering betul. Pemecahan dapat dilakukan dengan cara tradisonal atau sederhana dan cara modern. Cara sederhana dilakukan dengan mengumpulkan polong-polong yang sudah kering hingga menjadi suatu timbunan. Timbunan tersebut dipukul-pukul dengan sebatang kayu atau bambu sehingga biji-biji kedeai terlepas dari polongnya. Untuk memisahkan biji dari patahan-patahan ranting , pecahan polong, kotoran dan lain-lain, kedelai kemudian ditampi sampai bersih. Memecah kulit dengan menggunakan cara sederhana sebenarnya kurang efesien karena memakan waktu dan tenaga kerja. Cara modern yaitu dengan mesin perontok padi. Namun dengan alat ini masih perlu ditampi untuk membersihkan kotoran, ranting dan daun. D. Penyimpanan. Kedelai disimpan biasanya berupa biji, bukan polong. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan ialah bahwa biji yang disimpan harus kering dan bersih, tempat penyimpanan tidak lembab agar tidak ditumbuhi jamur atau membusuk selama dalam penyimpanan. Tempat penyimpanan yang baik memiliki beberapa keuntungan, misalnya kantung plastic tebal ditutup rapat-rapat dapat mempertahankandaya tumbuh kedelai dengan baik, bahkan sampai 8 bulan, asalkan benih benar-benar kering.. Penyimpanan biji untuk konsumsi harus diseleksi dan dijemur hingga benar-benar kering, dengan presentase kadar air yang sesuai, yaitu 13-14%. Apabila presentase kadar airnya masih terlalu tinggi, biji kedelai dalam penyimpanan mudah terserang cendawan dan membusuk. Biji kedelai yang sudah kering, disimpan dalam karung kemudian disimpan ditempat yang kering dan tidak lembab. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan adalah kelembaban dan sirkulasi udara harus baik, suhu dan latar belakang benih itu sendiri. Penyusun: Sundari/BBP2TP BogorSumber: Bagus Herdy Firmanto. Praktis Bercocok Tanam Kedelai.2011