Loading...

CARA PENANGANAN PASCA PANEN PADI ORGANIK YANG BAIK

CARA PENANGANAN PASCA PANEN PADI ORGANIK YANG BAIK
CARA PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK Dalam penangan pasca panen produk beras organik Gapoktan Beji Makmur telah mengacu pada Pedoman Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian Asal Tanaman yang Baik (Good Handling Practice) serta sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Good Agricultur Practice (GAP).Kegiatan pascapanen merupakan perlakuan pada padi setelah dipanen, yaitu meliputi pengeringan dan penggilingan, sebagai berikut :1. PengeringanAgar tahan lama disimpan dan dapat digiling menjadi beras maka gabah harus dikeringkan. Pengeringan gabah dilakukan di bawah sinar matahari. Gabah yang dikeringkan ini dihamparkan di atas lantai semen terbuka. Penggunaan lantai semen terbuka ini agar sinar matahari dapat secara penuh diterima gabah. Bila ada anggota yang tidak memiliki halaman atau tempat terbuka yang disemen maka halaman tanah pun dapat dipakai untuk penjemuran, yakni gabah diletakkan pada alas anyaman bambu, tikar, atau lembaran plastik tebal. Hal ini dilakukan agar gabah tidak bercampur dengan tanah.Pada saat penjemuran, mengeluarkan gabah bila saat panas dan memasukkan kembali ke gudang sementara pada saat mulai mendung atau gerimis. Lamanya penjemuran tergantung kondisi ikiim atau cuaca. Bila cuaca cerah dan matahari bersinar penuh sepanjang hari, penjemuran hanya berlangsung sekitar 2-3 hari.Namun, bila keadaan cuaca terkadang mendung atau gerimis dan terkadang panas, waktu penjemurannya dapat berlangsung lama, sekitar seminggu. Walaupun lama, anggota tetap mengandalkan panas matahari untuk pengeringan gabah, karena gapoktan belum memiliki alat pengering gabah.2. PenggilinganPenggilingan dalam pascapenen padi merupakan kegiatan pemisahan beras dari kulit yang membungkusnya. Pemisahan beras dari kulitnya dilakukan dengan cara penggilingan menggunakan alat penggiling. Teknik penggilingan padi yang baik melalui tahapan proses sebagai berikut :• Persiapan bahan baku. Untuk menghasilkan beras yang berkualitas harus menggunakan bahan baku gabah yang berkualitas pula. Gabah harus diketahui varietasnya, asal gabah, kapan dipanen, kadar air gabah dan langsung dikeringkan sampai kadar air 14%, Penundaangabah kering panen lebih 2 -3 akan menimbulkankuning. Gabah yang sudah kering dicegah tidak kehujanan karena dapatmeningkatkan butir patah dan menir. Mengusahakan gabah yang digiling adalah gabah kering panen (GKG) yang baru dipanen agar penampakan putih cerah dengan cita rasa yang belum berubah. Bila menggunakan gabah kering yang telah disimpan lebih dari 4 bulanatau 1 musim, maka penampakan beras tidak optimal (buram) dan terjadi perubahan citarasa (tingkat kepulenan menurun);• Proses Pemecahan Kulit.Pada proses ini, mula-mula tumpukan gabah (GKG) disiapkan di dekat lubang pemasukan(corong sekam) gabah. Mesin penggerak dan mesin pemecah kulit dihidupkan, kemudiancorong sekam dibuka-tutup dengan alat klep penutup. Proses pemecah kulit dilakukan 2kali (ulangan) dan diayak 1 kali dengan alat ayakan beras pecah kulit agar dihasilkan beras pecah kulit (BPK). Ayakan BPK untuk varietas butir bulat (ukuran lubang ayakan 0,8 inci)dan butir panjang (ukuran lubang ayakan 1 inci) berbeda. Proses pemecah kulit berjalan baik bila butir gabah pada beras pecah kulit tidak ada. Namun bila masih banyak butir gabah harus distel kembali struktur rubber roll dan kecepatan putarannya;• Proses Penyosohan Beras. Penyosohan dilakukan hanya pada beras putih. Untuk beras merah hanya dilakukan proses pecah kulit 2 kali dan pengayakan. Ada 3 jenis preferensi konsumen terhadap beras, yaitu beras bening, beras putihdan beras mengkilap. Untuk produk beras yang sudah mendapatkan nomor register PSAT jenis berasnya adalah beras putih.• Penyimpanan beras. Beras organik yang sudah digiling dapat langsung dipasarkan. Namun, karena umumnya beras tidak langsung dapat dipasarkan seluruhnya maka perlu ada tempat penyimpanan. Teknis penyimpanan beras harus diperhatikan agar kondisinya tetap bagus hingga saatnya akan dijual.Pengemasan dilakukan dengan menggunakan vacum pres.Untuk produk beras Gapoktan Beji Makmur, proses penggilingannya sesuai dengan pesanan konsumen, jadi disimpan dalam bentuk gabah.Gabah disimpan dalam karung ukuran 40-50 kg. Kandungan Kadar air (KA) gabah dalam karung tersebut akan berubah secara fluktuatif yang disebabkan oleh uap dalam udara yang secara bebas bergerak dalam kantung tersebut. Perpaduan antara suhu tinggi dan kelembaban yang relatif tinggi akan mengarah pada infestasi serangga dalam kantung meskipun gabah dikeringkan dengan cara yang tepat sebelum disimpan. Kantung-kantung tersebut biasanya ditumpuk didalam gudang yang dibawahnya diberi hampalan. Metode penyimpanan gabah didasarkan pada waktu pembeliannya. Pembelian pertama ditaruh pada posisi terdepan, sehingga akan ada proses pergeseran tempat ketika melakukan pembelian gabah lagi. Sebelum dilakukan penyimpanan, gabah gabah harus dikeringkan hingga kandungan KA / Kadar Air 13% sehingga mampu tersimpan lebih lama, bisa 8 bulan.