Loading...

Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Ubi Kayu

Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Ubi Kayu
CARA PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN UBI KAYU Oleh : SUARDI IDRIS Ubi kayu, singkong atau ketela pohon ( Manihot utilissima ) merupakan tanamant tahunan yang mempunyai banyak sekali manfaatnya yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan sesuai dengan selera, orang jawa mengatakan sebudine, maka ubi kayu dinamai dengan budin ( jawa ). Selain umbinya yang dapat dikonsumsi dengan diolah atau dijadikan bahan baku makanan daun tanaman ubi kayu juga dapat dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan dengan terlebih dulu dimasak/ direbus Tanaman ubi kayu dapat tumbuh dan dibudidayakan pada segala jenis tanah di lahan kering ( daratan ), budidaya sebaiknya dilakukan pada musim ahir penghujan atau awal kemarau. Walaupun budidaya ubi kayu terbilang mudah bagaikan tongkat kayu di lempar jadi tanaman tetapi tetap ada yang menjadi masalah atau penghambat dalam pembudidayaan tanaman ini, yaitu masalah hama dan penyakit Berikut adalah macam macam hama dan penyakitpada tanaman ubi kayu serta cara pengendaliannya : Hama Kutu Putih pada Ubi Kayu Salah satu serangga yang berperan sebagai hama penting dalam kegiatan budi daya ubi kayu kutu putih. Serangan kutu putih pada musim kering menyebabkan terjadinya gagal panen. Kutu putih menyerang dengan cara menghisap cairan pada bagian daun dan pucuk tanaman. Gejala yang timbul akibat serangan tersebut adalah daun mengkerut dan pucuk mengerdil hingga menyerupai bunga atau disebut bunchy tops. Serangan berat dapat menyebabkan defoliasi, akan tetapi gejala tersebut sangat jarang terjadi karena ubi kayu dapat bertunas kembali dengan cepat. Serangan kutu putih pada batang mengakibatkan terjadinya distorsi. Beberapa teknik pengendalian hama kutu putih yang telah dilakukan adalah: Pengendalian biologi menggunakan musuh alami (parasitoid: Anagyrus lopezi) Pengendalian dengan bahan kimia organik (ekstrak akar ubi kayu; minyak mimba) Menggunakan varietas tahan. Pengendalian dengan kultur teknik 2. Babi dan Binatang Ternak Untuk daerah bukaan baru yang dekat dengan hutan babi merupaka hama perusak yang berat dengan menggusur gusur tanah dan ubi nya, penanggulangan dengan pemasangan jerat atau di buru. Adapun untuk ternak piaraan untuk pengendaliannya dengan dikandangkan. Penyakit jamur akar putih Tanda – tanda tanaman singkong yang terserang jamur akar putih antara lain: pertumbuhan tanaman merana, daun kuning dan berguguran, pertumbuhan vegetatifnya relatif berhenti, dan disekitar pangkal batang terdapat benang-benang putih yang merupakan miselium jamur akar putih. Ketika dicabut ada umbi yang mulai membusuk. Dengan demikian untuk penanaman ubi kayu yang menggunakan pupuk organik hendaknya dicampur dengan Trichokompos dengan jumlah yang cukup, dan harus menggunakan pupuk organik yang sudah matang sempurna. Penyakit Hawar Bakteri Gejala pada daun ada bercak: kebasah-basahan, bentuknya tidak teratur, bersudut-sudut (angular), dikelilingi oleh daerah hijau tua. Gejala meluas dengan cepat dan warna bercak menjadi coklat muda, mengeriput, dan menyebabkan daun layu. Seterunya seluruh daun layu dan rontok. Bakteri menyebar dari suatu tempat ke tempat lain terutama karena terbawa dalam stek yang terinfeksi. Dengan stek ini bakteri terbawa dari musim ke musim. Bakteri jamur ini dapat terbawa oleh tanah dengan penggarapan tanah, diperkirakan infeksi lewat tanah kurang memegang peran. Pengendalian penyakit Menggunakan varitas yang tahan terhadap penyakit Proses stek yang digunakan diambil dari tanaman yang sehat dan tidak terinfeksi bakteri Melakukan rotasi pergiliran tanaman Perawatan dengan pemangkasan tanaman yang terserang Bercak Coklat Gejala yang timbul adalah : Bercak tampak jelas pada kedua sisi daun. pada sisi atas bercak tampak coklat merata dengan tepi gelap yang jelas. Pada sisi bawah daun tepi bercak kurang jelas dan di tengah bercak coklat terdapat warna keabu-abuan Pengendalian penyaki Menggunakan varitas yang tahan terhadap penyakit Admin Kecamatan BPP Kampar Kiri Tengah