Loading...

Cara Pengendalian Hama Tikus Pada Fase Tanaman Padi

Cara Pengendalian Hama Tikus Pada Fase Tanaman Padi
Tikus merupakan hama paling penting dibandingkan hama-hama dari golongan mamalia lainnya. Perkembangbiakan tikus amat cepat dan tanaman yang disukainya cukup banyak (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, tebu, kelapa, kepala sawit, dan lain-lain), serta menyerang tanpa mengenai tempat, sejak dipersemaian, pertanaman sampai di tempat penyimpanan. Tikus aktif menyerang tanaman pada malam hari. Tikus yang lapar akan memakan hampir semua benda yang dijumpainya. Bila makanan cukup tersedia, tikus akan memilih jenis tanaman yang paling disukai, seperti padi yang sedang bunting dan jagung muda. Pada saat makanan banyak tersedia, perkembangbiakan tikus berlangsung amat cepat (Rukmana & Saputra, 1997). Digolongkan sebagai hama karena merusak padi dengan mengerat hati pangkal batang muda, makan bunga dan buah padi. Di samping pada padi, tikus sawah ini juga menimbulkan kerusakan pada kelapa sawit dengan merusak semainya. Tikus sawah merupakan hama utama penyebab kerusakan padi di Indonesia.(Litbang, 2009). Tikus sawah memakan semua stadia tanaman padi, tetapi bila ada kesempatan memilih maka ia akan memilih padI bunting dan padi menguning (Rochman 1986 dalam Heiriyani, 1988). Permasalahan yang biasanya ada di Kelompok Tani Pemahaman petani mengenai informasi aspek dinamika populasi tikus, yang menjadi dasar dalam pengendalian juga masih kurang. Kecenderungan petani masih kurang peduli dalam menyediakan sarana pengendalian tikus, organisasi pengendalian yang masih lemah, dan pelaksanaan pengendalian yang tidak berkelanjutan dapat mengakibatkan meningkatnya hama tikus sawah (Litbang, 2009). Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengendalikan Hama Tikus Pengendalian tikus sawah terutama harus dilakukan pada saat populasi tikus masih rendah yaitu pada periode awal masa tanam, dengan sasaran menurunkan populasi tikus betina dewasa sebelum terjadi perkembangbiakan. Di samping itu, pengendalian tikus harus mencangkup target areal yang luas dengan meperhatikan habitat perlindungan tikus pada masa bera diuar persawahan (BPTP Sumut, 2009). Pada fase bero cara pengumpanan racun tikus lebih efektif karena tanaman atau makanan pada fase bera tidak ada, pada saat makanan tidak tersedian atau tidak ada maka menyebabkan kelamin tikus jantan akan masuk kedalam dan pada saat itu tikus tidak mau kawin. Karenan tikus juga memerlukan protein yang tinggi dari makanan yang dimakannya untuk nutrisi tubuh. Bila pada fase padi bunting maka pengendalian Hama tikus yang tepat yaitu drngan cara fumigasi atau pengemposan dengan asap beracun Emposan Tikus. Cara ini dapat dilakukan dengan emposan tradisioanal pengemposan paling efektif pada stadia keluar malai dan pemasakan (padi stadium generatif), karena pada saat itu tikus sedang masa berkembangbiak dan banyak tinggal diliang. Apabila populasi tinggi pengemposan 2-4 minggu setelah panen dan menjelang pengolahan tanah memberikan hasil yang efektif. Penulis : Adiwiryansyah, SP