I. PENDAHULUAN Wereng coklat sampai saat ini masih dianggap hama utama pada pertanaman padi, karena kerusakan yang diakibatkan cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam . Dari satu pasang hama wereng coklat dalam 90 hari mampu berkembang biak menjadi 10.000 ekor wereng coklat betina. Jika perbandingan jantan betina 1:1 maka dari satu pasang wereng coklat dalam tiga bulan akan menghasilkan keturunan 20.000 ekor.Satu betina wereng coklat mampu bertelur 100 hingga 500 butir telur yang diletakkan berkelompok dengan masing masing kelompok antara 3 sampai 21 butir. Waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur wereng antara 7 sampai 10 hari. Setelah itu telur wereng akan menetas membentuk nimfa yang berumur antara 12 hingga 15 hari. Dan selanjutnya akan menjadi wereng dewasa atau imago. II. PENJELASAN TEKNIS Wereng coklat menjadi hama padi yang paling sulit dikendalikan apalagi di basmi. Sulit memberantas hama ini dikarenakan wereng coklat mempunyai sifat : mampu berkembang biak dengan cepat, mampu memanfaatkan makanan dengan baik sebelum serangga lain ikut berkompetisi, mampu menemukan habitat baru dengan cepat. Tidak jarang hama ini tahan terhadap berbagai insektisida, sehingga sering kali para petani memberikan dosis pestisida yang berlipat ganda bahkan dengan mengoplos beberapa merk pestisida sekaligus. Dan semua usaha pengendalian dan pengobatan dengan menggunakan pestisida itu tidak pernah berhasil tuntas membasmi wereng batang coklat III. REKOMENDASI Pengendalian hama wereng coklat dengan cara : 1. Tanam padi serentakPola tanam serentak dalam areal yang luas dan tidak dibatasi oleh batas administrasi dapat mengantisipasi penyebaran serangan wereng coklat, karena jika tidak serentak, hama dapat berpindah-pindah ke lahan padi yang belum di panen.2. Perangkap lampuPerangkap lampu merupakan perangkap yang paling umum digunakan untuk pemantuan migrasi dan pendugaan populasi serangga yang tertarik pada cahaya. Perangkap di pasang pada pematang yang bebas dari naungan.3. Pengamatan Wereng Coklat di PertanamanPengamatan atau monitoring wereng coklat pada 1-2 minggu sekali. Apabila pengamatan wereng coklta perumpun melebihi ambang batas ekonomi maka segera di lakukan pengendalian dengan insektisida.4. Penggunaan InsektisidaPenggunaan insektisida harus memperhatikan berbagai faktor :• Keringkan pertanaman padi sebelum aplikasi insektisida baik yang disemprotkan atau yang butiran• Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada, yaitu antara pukul 11.00 dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang padi.• Tepat dosis dan jenisnya yaitu berbahan aktif buprofezin, BPMC, fipronil dan imidakloptid.• Tepat air pelarut 400 – 500 liter air per ha IV. PENUTUP Demikianlah materi ini, semoga dapat menjadi informasi yang berguna bagi Petani dan kelompok tani untuk mengetahui hama wereng coklat, gejala serangan, akibat yang ditimbulkan oleh serangan wereng coklat dan upaya pengendalian hama wereng coklat, sehingga petani lebih mawas diri dan lebih cerdas dalam mengambil tindakan pencegahan. Hj. Andi Fausia, SP, M.SiPenyuluh Pertanian DKP-TPH Prov. Sulsel