Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah semua organisme yang menggangu pertumbuhan tanaman pokok dalam hal ini Tanaman Padi yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman padi dan kerugian bagi petani. Organisme Pengganggu Tanaman ini terdiri atas :a. Hama yang umumnya adalah dari golongan serangga, tikus, dan binatang lainnyab. Penyakit yaitu kerusakan yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, nematoda, tungau dan virus.c. Gulma yaitu tumbuhan/ tanaman liar yang dapat menjadi pesaing dan mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Penggunaan pestisida merupakan alternatif terakhir, bila populasi hama telah melewati ambang batas pengendalian, gunakan pestisida secara berkala dan sesuai dengan dosis yang diajurkan. Pestisida merupakan alternatif terakhir dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) jika tingkat serangannya sudah melebihi ambang ekonomi atau populasinya telah mencapai ambang pengendalian. Saat ini, pestisida yang beredar di pasaran sangat banyak bahkan satu jenis bahan aktif bisa lebih dari 3 merek dagang. Oleh karena itu, penggunaan pestisida sebaiknya memperhatikan 5+1 (lima plus satu) tepat, yaitu : tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara atau tepat aplikasi dan tepat harga.1. Tepat jenisPestisida adalah semua bahan yang berpotensi membunuh (cide) organisme pengganngu (pest). 2. Tepat sasaranStadia perkembangan hama pengganggu padi bisa dikendalikan dengan insektisida adalah stadia larva dan ngengatnya. Insektisida yang tepat adalah yang mempunyai cara kerja SISTEMIK (bisa ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman). Pada tanaman padi yang masih muda (stadia vegetatif), atau bila larva yang ditemukan pada tanaman terserang masih instar awal atau baru menetas dari kelompok telurnya, penggunaan insektisida yang bersifat translaminer juga bisa.3. Tepat waktuPenggunaan insektisida yang tepat waktu agar efektif dalam mengendalikan penggerek batang padi dan efikasinya paling bagus. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa stadia larva merupakan sasaran efektif untuk pengendalian sundep/beluk. Larva yang mudah dikendalikan adalah larva instar 1 karena biasanya masih berada di sekitar pelepah daun setelah menetas dari telurnya. Cara yang mudah untuk menentukan waktu aplikasi yang tepat dengan membawa kelompok telur yang ditemukan di pertanaman untuk mengetahui waktu penetasannya. Selain itu, bila memilih insektisida aplikasinya dengan semprot maka sebaiknya dilakukan pada pagi hingga siang hari karena pada saat itu mulut daun (stomata) sedang membuka, sehingga bahan aktif mudah masuk ke dalam jaringan tanaman. 4. Tepat dosis Dosis adalah takaran, jumlah atau banyaknya insektisida yang digunakan pada suatu lahan. Jumlah insektisida biasanya dinyatakan dalam gram/kilogram atau liter, sedangkan satuan untuk luas lahan adalah hektar. Kadang-kadang pengertian dosis samar dengan konsentrasi larutan, misalnya 2 - 3 ml/liter. Konsentrasi larutan digunakan karena kebiasaan setiap pengguna tidak sama, ada yang menggunakan volume semprot rendah dan ada yang terbiasa dengan volume tinggi. 5. Tepat cara / aplikasiAplikasi yang tepat cukup menentukan efektifitas dan efikasi penggunaan pestisida. Ini biasanya berkaitan dengan formulasi pestisida dan alat yang digunakan. Tepat aplikasi yang berhubungan dengan alat biasanya nozzle dari sprayer yang digunakan. Bila cara kerja pestisida racun pernafasan maka sebaiknya menggunakan nozzle yang bisa menghasilkan larutan semprot yang keluar dari sprayer berbentuk kabut. Demikian jika sasarannya berada di batang dengan cara kerja kontak maka sebaiknya menggunakan nozzle yang menghasilkan larutan semprot berupa semburan dan bisa menembus hingga ke bagian batang. OLEH: LAPU MAKAROI, SST PPL Di Desa Pada Njara Hamu- BPP Lewa Kab. Sumba Timur