Loading...

Cara Pengendalian Kepinding Tanah

Cara Pengendalian Kepinding Tanah
Kepinding tanah yang mempunyai nama latin Scotinophora sp. Menyerang tanaman padi pada Fase pembibitan hingga tanaman dewasa dengan cara menghisap cairan pelepah dan batang yang kemudian menyebabkan warna coklat di sekitar bagian yang hisap. Serangan berat yang disebabkan oleh serangga tersebut adalah, pertumbuhan tanaman terhambat warna kekuningan-kuningan, dan akhirnya mati membusuk, daun menjadi kering menggulung. Bioekologi kepinding tanah Telur Berbenduk Lonjong Warna merah jambu kehijau-hijauan Diletakan berkelompok pada pangkal rumput padi Stadium 4-7 hari Nimfa Berwarna coklat kuning dengan tanda-tanda hitam pada tubuhnya, tidak bersayap Stadium 20-30 hari Imago Pada musim kemarau imago mengalami dormansi Imago kepinding tanah berwarna coklat kehitaman Umur 4-7 bulan Dipengaruhi oleh umur tanaman inang Jika tanaman semakin tua, serangga ini akan berkembang biak dengan baik Hidup dan berkembang biak selama 1-2 musim Bertelur 12-17 hari setelah kawin Menyukai keadaan basa dan lembab Tertarik pada intensitas cahaya yang tinggi dan mudah di tangkap pada bulan purnama Strategi Pengendalian Kepinding Tanah ( Scotinophora Sp ) Pra Tanam Memusnahkan sisa-sisa tanaman melalui proses pengolahan tanaman yang di percepat serta Sanitasi terutama pada gulma yang disukai kepinding tanah. Percepatan pengolahan tanah setelah panen bertujuan untuk mematikan/memusnahkan telur, Nimpa dan Imago yang tertinggal pada tangkai tanaman padi. Pengeringan tanaman sawah juga bertujuan untuk menghambat perkembangan kepinding tanah di pertimbangkan untuk menyediakan tanaman tempat berlindung bagi predator, parasitoid (musuh alami). Fase Persemaian Lakukan pengamatan persemaian secara berkala Pada daerah kronis dan endemis kepinding tanah di aplikasikaninsektisida karbofuran apabila ditemukan gejala serangan dan populasi kepinding tanah di persemaian Bibit yang menunjukan gejala serangan segera di musnahkan Hindari penggunaan pestisida yang tidak diperlukan untuk menjaga tumbuh kembangnya musuh alami di pertanaman Fase Pertanaman ( Vegetatif dan Generatif) Gunakan agen hayati Lakukan pemupukan pada tanaman terserang ringan sehingga tanaman mampu mengkonpensasi kerusakan Pemanfaatan dan pelestarian musuh alami Penangkapan Imago dengan menggunakan lampu perangkap ( lampu Patromak atau lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak dan air yang dicampur dengan minyak tanah / deterjen ) Penggenangan tanaman terserang untuk memusnahkan kelompok telur dan nimpa Penggunaan insektisida anjuran apabila populasi kepinding tanah ˃ 5 ekor/rumpun pada tanaman muda ( Vegetatif )dan ˃ 15 ekor/rumpun pada Fase Generatif, apabila pestisida berdasarkan Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida. Disusun Oleh: Ani Maryani, SP. Admin SMIPP BPP Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis