Dalam penyajian jerami amoniasi ini tidak perlu dicincang, jadi cepat diberikan dalam bentuk utuh, karena jumlahnya yang dikonsumsi oleh ternak yang dicincang maupun yang utuh akan sama saja. Pakan merupakan komponen penting bagi kehidupan, pertumbuhan dan produksi ternak, dan merupakan biaya terbesar (±70 % dari total biaya produksi). Ketersediaan pakan dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memadai serta tersedia secara berkesinambungan akan sangat menentukan keberlanjutan usaha ternak pada suatu wilayah. Pakan ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan dan konsentrat. Hijauan yang biasa digunakan sebagai pakan pada usaha peternakan rakyat di pedesaan adalah rumput lapangan dan limbah pertanian. Disamping itu, juga menggunakan beberapa rumput itroduksi sebagai rumput unggulan. Limbah pertanian yang sering digunakan adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami sorgum, daun ubi jalar, daun ubi kayu dan pucuk tebu. Sedangkan bahan baku konsentrat yang sering digunakan adalah dedak padi, bungkil kedelai dan lain-lain.Di Indonesia, jerami padi banyak dihasilkan di wilayah sentra-sentra padi. Jerami padi merupakan bagian tanaman yang telah dipanen butir-butirnya bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelah disabit (Komar, 1984). Rata-rata produktivitas BK padi sawah adalah 3,86 ton/ha dan padi gogo sebesar 2,76 ton/ha.Limbah pertanian seperti jerami padi ini perlu ditingkatkan kualitas nutrisinya agar lebih palatabel dan daya cernanya lebih baik untuk pakan ternak. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pakan ternak adalah melalui teknologi pakan yaitu dapat dibuat Amoniasi (Cara Basah dan Cara Kering). Amoniasi adalah cara pengolahan pakan secara kimia menggunakan amoniak (NH3). Tujuan dari pengolahan pakan adalah untuk merubah ukuran partikel, merubah kadar air, merubah densitas pakan, meningkatkan palatabilitas/akseptabilitas, merubah kandungan nutrien, meningkatkan ketersediaan nutrien, detoksifikasi, mempertahankan kualitas selama penyimpanan dan mengurangi kontaminasi. Agar Jerami hasil Amoniasi dimakan oleh ternak, maka harus mengetahui/memahami Cara Penyajiannya. Adapun Cara Penyajian Jerami Amoniasi seperti berikut.Cara Penyajian Jerami Amoniasi. Yang dimaksud dengan cara penyajian adalah bagaimana memberikan jerami hasil amoniasi kepada ternak agar dimakan oleh ternak. Adapun Cara Penyajian Jerami Amoniasi sebagai berikut : (1) Bentuk Penyajian. Dalam penyajian jerami amoniasi ini tidak perlu dicincang, jadi cepat diberikan dalam bentuk utuh, karena jumlahnya yang dikonsumsi oleh ternak yang dicincang maupun yang utuh akan sama saja. Bila tersedia konsentrat, maka sebaiknya konsentrat diberikan terlebih dahulu kira-kira satu jam sebelum pemberian jerami. Hal ini dimaksudkan untuk merangsang perkembangbiakan mikroorganisme dalam rumen karena karbohidrat siap pakai dan protein yang tersedia dalam konsentrat cukup sebagai pendorong perkembangbiakan mikroorganisme dalam rumen terutama bakteri selulolitik yang mencerna serat kasar jerami; (2) Air Minum. Dalam penyajian jerami padi sebagai makanan pokok, masalah air minum sangat perlu sekali diperhatikan. Oleh karena itu, bila memberikan makan ternak dengan bahan pokok jerami hendaknya sepanjang sore dan malam hari terus tersedia air minum yang cukup. Jerami padi merupakan pakan hijauan yang sangat miskin mineral, oleh karena itu pada setiap pemberian pakan jerami jangan lupa diberikan mineral secara teratur. (Inang Sariati)Sumber : 1. Buku/Brosur "Teknologi Pengolahan Pakan", Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2011.2. https://www.google.com/search?q=CARA+PENYAJIAN+JERAMI+AMONIASI