Untuk mengetahui secara praktek cara memperbanyak PGPR, maka saya mencari tau dari teman Penyuluh di lapangan yang sudah mempraktekannya bersama petani binaannya. Untuk memperbanyak PGPR, maka bahan dan alat yang dibutuhkan, antara lain dedak halus sebanyak 2 kg, air bersih sebanyak 15 liter, terasi sebanyak 2 sachet, kapur sirih sebanyak ½ sendok makan, gula pasir sebanyak 200 gram, royco sapi sebanyak 4 bungkus, susu powder sebanyak 200 gram, dandang sebanyak 1 buah digunakan untuk merebus, saringan, ember bekas cat berukuran 25 kg sebanyak 1 buah yang sudah benar-benar bersih dari sisa cat, plastik hitam tebal sebanyak 1 buah untuk menutup ember, dan karet hitam sebanyak 1 buah untuk mengikat plastik. Bagaimana cara membuatnya? Air 15 liter dimasukkan ke dandang Masukkan dedak halus sampai mendidih selama 30 menit, setiap meletup-letup diaduk Disaring dengan kain kasa, ampasnya dibuang Air yang telah disaring direbus lagi sampai mendidih Masukkan terasi yang sudah dihancurkan, diaduk sampai rata Beri kapur sirih Tambahkan gula Tambah royco sapi baru kemudian susu bubuk Didihkan selama 30 menit Kemudian pidahkan ke dalam ember platsik, langsung ditutupkan, biarkan sampai benar2 benar dingin Setelah dingin masukkan biang PGPR : 2 gelas aqua biang PGPR akar Bambu 2 gelas aqua biang PGPR bonggol pisang dan akar putri malu Pada saat memasukan dan mengambil biang, plastik tidak boleh terbuka dan terkena sinar matahari Disimpan selama 7 hari PGPR sudah siap digunakan Cara lain memperbanyak PGR, yaitu pertama sediakan bahan dan alat yang digunakan. Bahan yang diperlukan yakni "isolat" PGPR, kacang hijau, ubi jalar atau singkong, gula pasir, alkohol 70% dan air sumur. Selain itu juga dibutuhkan dandang, kompor, "aerator", kain kasa dan wadah air 25 liter. Alat-alat sebelum digunakan disterilisasi terlebih dahulu. Bisa menggunakan alkohol 70% atau direbus. Bila ingin memperbanyak 10 liter (l) maka memerlukan kacang hijau 50 gram (gr), singkong atau ubi jalar 2 kilogram (kg), dan gula 50 gram. Kedua, rebus singkong dan kacang hijau. Setelah matang, kemudian bahan tersebut masing-masing dibuat larutan. Caranya dengan mensarikan dengan air dan disaring memakai kain kasa. Begitu juga dengan gula pasir direbus dengan air sampai mendidih. Ketiga, campurkan larutan gula, sari kacang ijo, dan sari singkong. Kemudian encerkan dengan air sampai volume 10 l kemudian dinginkan. Lalu masukan "isolat" kemudian masukkan larutan ke dalam jerigen tapi berikan napas ya sobat, agar bakteri berkembang. Lebih bagus bisa menggunakan "aerator" untuk sirkulasi udara. Keempat, simpan ditempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari. Tunggu sampai satu minggu. Apabila campuran telah berubah warna kecoklatan dan bau fermentasi serta berbuih maka perbanyakan berhasil. Begitu sebaliknya. Lalu hasil bisa disimpan di lemari pendingin dengan suhu -5 derajat. Penulis : Nety Sumber : Berbagai Sumber